Bolos, Tunjangan Langsung Dipotong

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 21 Juni 2018 - 11:52:45 WIB   |  dibaca: 72 kali
Bolos, Tunjangan Langsung Dipotong

ABSENSI : Puluhan aparatur sipil negara (ASN) silih berganti melakukan absensi sebelum apel dalam rangka HUT ke-46 KORPRI di Halaman Masjid Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), belum lama ini.

SERANG- Pemprov Banten memastikan akan memotong tunjangan kinerja (tukin) bagi ASN di lingkungan kerjanya yang membolos pada hari pertama masuk kerja pasca libur cuti bersama Lebaran Idul Fitri, Kamis (21/6). Selain sebagai penegakan aturan, kebijakan itu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, kegiatan para ASN di lingkungan Pemprov Banten akan kembali normal pasca libur Lebaran mulai hari ini. Artinya, setiap abdi negara wajib menjalankan tugasnya seperti biasa di hari tersebut.


"Seperti biasa, hari pertama kerja diawali dengan apel, halal bihalal, ada absensi. Hari pertama masuk kerja semuanya sudah harus normal. Kalau tidak masuk ya dianggap bolos, dan itu sanksinya sudah jelas sesuai aturan yang ada. Kalau bolos berapa hari kan dipotong tunjangannya berapa,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (20/6).


Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tangerang itu menuturkan, selain absensi saat apel, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) juga direncanakan akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Hal tersebut untuk memastikan pelayanan terhadap masyarakat tetap optimal setelah libur panjang.
 
"Nanti sidak itu terutama di (kantor) pelayanan-pelayanan publik, tetapi tidak menutup kemungkinan OPD-OPD lainnya. Sidaknya di mana saja, itu nanti terserah Pak Gubernur ya. Kami ingin memastikan pelayanan publik berjalan seperti semula," katanya.


Ketegasan itu juga, kata dia, sebagai konsistensi pemprov yang menekankan agar para ASN tidak menambah cuti. Adapun yang diberi dispensasi terkait kebijakan tersebut adalah mereka yang tetap bekerja selama cuti lebaran.
 
"ASN enggak boleh lagi ambil cuti tambahan karena kan sudah lumayan panjang liburnya. Cukup lah, 10 hari plus sabtu-minggu. Kalau lama-lama cuti bingung juga. Duitnya habis bagaimana.? Kecuali pegawai yang ada kaitannya dengan pelayanan. Itu nanti pengaturannya oleh OPD masing-masing, ada gilirannya," ungkapnya.


Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah mengaku mendukung kebijakan pemprov. Sebab, menurutnya, cuti bersama yang ditetapkan pemerintah sudah cukup panjang."Ya sudah cukup panjang lah segitu mah. Biasanya kan (cuti bersama) cuma empat hari, tahun ini tujuh hari. Itu belum ditambah libur hari Sabtu, Minggu dan hari H Lebarannya selama dua hari (15-17 Juni). Praktis kalau dihitung libur Lebaran bisa mencapai 11 hari," tuturnya.


Asep berharap dengan panjangnya masa libur Lebaran itu tidak membuat pegawai malas hadir pada hari pertama kerja pasca Lebaran. "Jadi tidak ada alasan pas hari pertama masuk kerja habis Lebaran itu pegawai masih di kampung halaman. Saya harap aktivitas kerja habis Lebaran ya berjalan normal lagi, karena kan masih banyak agenda program kerja yang harus dikerjakan," tegasnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook