KPU Harus Bekerja Ekstra

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 22 Juni 2018 - 11:11:09 WIB   |  dibaca: 191 kali
 KPU Harus Bekerja Ekstra

LEPAS SAMBUT : Anggota KPU baru, Eli Jumaeli (kiri), Irfan Alvi (kedua dari kiri) dan Patchurrohman (ketiga dari kiri) menyimak pemaparan mantan Ketua KPU Fatullah saat lepas sambut, Kamis (21/6).

CILEGON – Jumlah komisioner di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon berkurang menjadi 3 komisioner. Hal tersebut berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 7/2017 tentang Pemilu yang menghendaki jumlah komisioner di Kota Cilegon menjadi 3 orang sesuai dengan ketentuan jumlah penduduk dibawah 500 ribu maka 3 orang.

Atas dasar itu, dengan berkurangnya jumlah personil maka jumlah beban kerja bertambah menjadi 2 kali lipat bagi komisioner, sehingga yang seharusnya terdapat 5 divisi di KPU maka harus ada komisi gabungan atau satu komisioner mendapatkan beban kerja 2 divisi.


Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alvi mengatakan, meski beban kerja bertambah, namun KPU Kota Cilegon tetap yakin dengan kerjasama dan supervisi yang maksimal kepada tingkat penyelenggara paling bawah. KPU akan tetap melakukan tahapan sesuai dengan target dan terlaksana sesuai dengan aturan yang berlaku seperti Peraturan KPU (PKPU) dan UU kepemiluan.

 "Bekurangnya jumlah komisioner tentu akan berpengaruh terhadap beban kerja kami. Untuk itu, supervisi kepada penyelenggara dibawah harus dilakukan dengan maksimal, sehingga beban kerja bisa dilakukan bersama-sama. Kami juga tentu dengan kondisi sekarang akan sering turun kebawah untuk bersama menyelesaikan tahapan.

Sebab, tingkat pusat sampai tingkat bawah harus bekerjasama dalam melaksanakan tahapan," katanya kepada Banten Raya usai melakukan lepas sambut Komisioner KPU Kota Cilegon di Retorant Bintang Laguna Cilegon, Kamis (21/6).


Irfan menambahkan, selain beban kerja yang bertambah, pada Pemilu 2019 akan terjadi kompleksitas tahapan. Sebab, ada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan diselenggarakan secara bersama-sama. Untuk itu, dibutuhkan ketelitian dalam melaksanakan tahapan.

 "Ada dua tahapan pemilihan Pileg dan Pilpres (Pemilihan Presiden) yang dilakukan secara bersama. Ini juga menjadi persoalan jika penyelenggara tidak teliti dalam melakukan tahapan. Untuk itu, dibutuhkan fokus dan konsentrasi untuk tetap melakukan tahapan secara benar, baik dan teliti sesuai atauran yang sudah berlaku," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Divisi Umum pada KPU Kota Cilegon, Patchurrohman menjelaskan, beban kerja yang menjadi dua kali lipat bisa disiasati dengan perencanaan yang matang dalam setiap tahpan oleh para komisioner. Untuk itu, dibutuhkan koordinasi dalam proses teknis pelaksanaan, sehingga perencanaan dalam tahapan tidak meleset dari hasil yang sudah direncanakan tersebut.

 "Proses perencanaan harus dibuat dengan sangat matang. Ini bisa menjadikan setiap tahapan  terlaksana sesuai harapan dan yang terpenting mengacu kepada PKPU dan atauran lainnya," jelasnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook