Kehadiran ASN 68 Persen

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 22 Juni 2018 - 11:19:35 WIB   |  dibaca: 310 kali
Kehadiran ASN 68 Persen

CILEGON - Tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon pada hari pertama kerja pasca Lebaran ternyata dibawah atau kurang dari 70 persen, tepatnya 68,15 persen. Padahal, jauh-jauh hari Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi telah memberikan ancaman berupa sanksi potongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).


Berdasarkan dData yang dihimpun Banten Raya, Kamis (21/6), tingkat kehadiran ASN di lingkungan Pemkot Cilegon hanya 68,15 persen. Meski demikian, apel bersama Pemkot Cilegon yang dirangkaikan dengan halal bi halal cukup ramai dihadiri oleh peserta apel pagi.

Pasalnya, apel bersama Pemkot Cilegon juga dilakukan bersama anggota Kodim 0623 Cilegon dan Polres Cilegon di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Cilegon. Pasca apel, semua peserta apel yang terdiri dari ASN, TNI dan Polri melakukan halal bi halal.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Mahmudin mengatakan, para ASN yang masuk di hari pertama sebetulnya cukup banyak. Namun, ada yang tidak melakukan absensi dengan sidik jari atau finger print, maka data yang terekap tidak mencapai angka 95 persen. "Prediksi saya sih sebetulnya yang masuk 95 persen. Tapi karena banyak ASN tidak finger print karena harus melakukan pelayanan, jadinya tidak terdata semua," kata Mahmudin kepada Banten Raya, kemarin.


Menurut Mahmudin, selain dari ASN yang tidak finger print, ada ASN yang memang tidak masuk di hari pertama, yakni para guru lantaran sekolah masih libur dan masih dalam masa libur sekolah. Sementara, jumlah guru cukup banyak jadi memengaruhi prosentase absensi. "Ingat ya, guru-guru itu masih libur. Sementara PNS guru di Cilegon itu banyak, sekitar 3600 orang," tuturnya.


Dijelaskan Mahmudin, ada juga ASN yang saat ini sedantg cuti lantaran saat Lebaran tidak libur karena tugas, seperti halnya pegawai lapangan di Dinas Perhubungan (Dishub), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan yang lainnya. "Beberapa pegawai yang piket saat Lebaran memang kami perbolehkan cuti, tapi kalau yang tidak piket saat Lebaran kami larang keras ambil cuti. Bagi ASN yang mau ambil cuti, harus melampirkan SP penugasan piket, jadi tidak bisa sembarangan," jelasnya.

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, pihaknya meminta kepada BKPP untuk memberikan sanksi tegas kepada ASN yang tidak masuk di hari pertama kerja. Sanksi bisa berupa potongan TPP. "Kami sudah minta ke BKPP untuk ada sanksi," katanya.

Edi menambahkan, adanya ASN yang melakukan piket saat Lebaran juga mendapat apresiasi olehnya. Pasalnya, ASN juga turut membantu kelancaran arus mudik Lebaran 2018. "Seperti dari petugas kesehatan dan Dishub ada yang stand bye saat Lebaran bersama TNI dan Polri membantu kelancaran arus mudik, kami sangat berterima kasih," tambahnya.(gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook