Irna Minta Dishub Cabut Izin Operasi PO Nakal

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 22 Juni 2018 - 12:31:39 WIB   |  dibaca: 254 kali
Irna Minta Dishub Cabut Izin Operasi PO Nakal

DAPAT TEGUARAN : Bupati Pandeglang, Irna Narulita berbincang dengan awak angkutan saat sidak bersama Dishub Provinsi Banten dan Pandeglang di Terminal Kadubanen, Kamis (21/6).

PANDEGLANG - Pemberlakuan tarif angkutan diatas ketentuan oleh awak kendaraan umum pada arus mudik dan balik Lebaran mendapat perhatian Bupati Pandeglang, Irna Narulita.
Irna bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten dan Pandeglang melakukan sidak di Terminal Kadubanen, Kamis (21/6).


Saat sidak berlangsung, orang nomor satu di Pandeglang itu masih menemukan awak angkutan yang memungut tarif di luar ketentuan pemerintah. Mengetahui para penumpang ditarik ongkos yang melebihi ambang batas, Irna langsung menegur para awak angkutan dan minta untuk mengembalikan kelebihan tarif tersebut.

"Saya prihatin dengan kenaikan tarif ini secara sepihak. Kalau pun mau ambil keuntungan, jangan tinggi-tinggilah. Hanya beberapa persen masih wajar. Tetapi kalau sampai ngemplang (meminta paksa_red) itu tidak arif dan merugikan masyarakat," ujarnya saat sidak.


Irna pun mengancam akan mencabut izin trayek bus jika sopir angkum tidak mengembalikan kelebihan tarif kepada penumpang. Apalagi, kenakalan oknum bus itu selalu terjadi setiap tahunnya saat Lebaran. "Saya tadi tegaskan, mereka harus kembalikan kelebihan tarif atau mau dicabut izin trayeknya? Kalau mau tetap beroperasi, maka harus ikuti aturan," tegasnya.


Irna mengingatkan Dishub Pandeglang untuk menindak angkutan yang melanggar aturan. Informasi mengenai tarif angkutan harus disosialisasikan terus agar penumpang tidak dikelabui perihal ongkos angkutan. "Saya minta Dishub segera membahas ini. Karena tarif ini merugikan masyarakat. Maka dinas terkait harus memberi sanksi tegas kepada para awak bus. Ini akan menjadi pembahasan kami di tingkat provinsi," harapnya.

Gunakan Karcis
Untuk mengatasi pemberlakukan tarif secara sepihak oleh oknum awak angkutan itu, Irna berencana menerapkan penggunaan karcis.Menurut Irna, penerapan karcis pada tarif angkum sudah pernah diterapkan. "Dulu pernah berlaku.

Sekarang akan kami berlakukan lagi untuk mengantisipasi pungutan liar, agar masyarakat tidak lagi dibohongi dengan tarif," kata Irna.Irna meminta Dishub Pandeglang untuk kembali menerapkan aturan itu, dengan harapan tidak ada lagi angkum yang menaikan tarif diluar ketentuan pemerintah.


Irna berjanji akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana pemberlakuan karcis tersebut. "Nanti kita rapatkan dengan pihak provinsi dan PO (Pengusaha Otobus), memberikan masukan ke provinsi dan pusat. Kita harus tegas untuk menerapkan aturan tarif yang sudah ditetapkan pemerintah," janjinya.


Kepala Dishub Pandeglang, Dadan Tafif Daniel mengatakan, akan segera melakukan koordinasi dengan pihak provinsi untuk menerapkan karcis untuk pemayaran AKAP dan AKDP. Dengan adanya aturan itu diharapkan dapat meminimalisir munculnya tarif yang dinaikan secara sepihak oleh oknum sopir angkum. "Nanti kita terapkan. Sebelumnya kita harus koordinasi dulu dengan provinsi. Mudah-mudahan mendapatkan persetujuan," tuturnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook