Tiket Wisata Mahal, Pemda Tak Dapat Apa-apa

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 22 Juni 2018 - 12:34:08 WIB   |  dibaca: 439 kali
Tiket Wisata Mahal, Pemda Tak Dapat Apa-apa

NIKMATI WAHANA : Sejumlah pengunjung wisata Pantai Karangsari Carita menikmati banana boat, belum lama ini.

PANDEGLANG – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Salman Sunardi mengatakan, Kabupaten Pandeglang tetap menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan selama libur Lebaran. Sayangnya, banyaknya wisatawan ini tidak memberikan dampak pada peningkatan pendapatan daerah lantaran tiket masuk yang diberlakukan pengelola wisata sifatnya mandiri.


“Jumlah wisatawan yang datang ke Pandeglang selalu ramai setiap libur Lebaran. Ini terlihat dari kemacetan di ruas-ruas jalan dari dan menuju lokasi wisata pantai. Namun dari para wisatawan itu kami tidak mendapatkan apa-apa, karena mereka membayar jasa wisata ke pengelola. Rata-rata pengelola wisata bersifat mandiri atau belum terkoneksi dengan pemkab,” kata Salman, kemarin.


Akibat dari persoalan ini, kata Salman, di lapangan muncul beragam tiket masuk yang harganya berbeda-beda, mulai Rp 60 ribu per orang sampai Rp 100 ribu. Munculnya tiket mandiri ini cukup dikeluhkan wisatawan karena sering membandingkan dengan wisata di daerah lain. “Terus terang Pemkab Pandeglang belum punya payung hukum untuk menertibkan atau menayaratakan HTM (harga tanda masuk) ke lokasi wisata. Akibatnya di lapangan menadi liar dan pengelola wisata sepertinya pakai pola aji mumpung,” jelasnya.


Ditambahkan Salman, dari sekian banyak destinasi wisata di Pandeglang, Disparda hanya mendapatkan pemasukan resmi dari 3 lokasi wisata, yakni Pemandian Air Panas Cisolong Rp 300 juta, Pemandian Cikoromoy Rp 25 juta dan dari Karang Sari Rp 250 juta. “Di luar tiga lokasi ini kami tidak dapat apa-apa. Ke depan perlu regulasi soal HTM dana sinkronisasi dengan para pengelola wisata,” pungkas Salman.


Terkait berita viral harga tiket ke lokasi wisata pantai di Pandelang yang mahal, Ketua PHRI Pandelang, Widiasmanto mengatakan, pengelola bisa pastikan bahwa harga tersebut wajar.
Ia mencontohkan, HTM ke Beach Club Tanjunglesung di periode Lebaran saat ini Rp 60 ribu bukan harga baru melainkan harga tetap yang diberlakukan selama ini di weekend dan public holiday. “Artinya tidak ada kenaikan sama sekali. Harga itu sama dengan harga sebelumnya,” kata Widiasmanto.


Namun demikian, kata Widiasmanto, atas nama PHRI menyatakan terima kasih atas saran masukan dari semua pihak. “Prinsipnya kami terus akan memberikan pelayanan yang terbaik dan sebagai tambahan saat ini penunjang wisata terus ditambah,” jelanya. (muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook