Jadi Mafia Tanah, Kades Silebu Ditangkap

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 22 Juni 2018 - 12:43:44 WIB   |  dibaca: 1297 kali
Jadi Mafia Tanah, Kades Silebu Ditangkap

EKPOSE KASUS : Jajaran Polres Serang melakukan penyerahan barang bukti dan tersangka oknum Kades Silebu, Kecamatan Kragilan atas kasus mafia tanah, ke Kejaksaan Negeri Serang, kemarin.

SERANG- Unit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satuan Reskrim Polres Serang menangkap oknum Kepala Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang Saepudin lantaran terbukti menjadi mafia tanah seluas 2.024 meter persegi di Blok 006, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan.

Kepala Satuan Reskrim Polres Serang AKP David Chandra Babega mengatakan, selain oknum kades pihaknya juga mengamankan 4 tersangka lainnya berinisial SA, JUM alias Kidung, AS dan MAH.

"Pengungkapan kasus mafia tanah yang melibatkan oknum kades bermula dari pemalsuan sidik jari dan tanda tangan atas surat pelepasan hak (SPH) atas tanah milik Wahab seluas 2.024 meter persegi di Blok 006, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan. Lamri yang dituduh telah menjual tanah milik Wahab kemudian melaporkan kasus tanda tangan dan sidik jari palsu tersebut ke Mapolres Serang," katanya kepada Banten Raya, Kamis (21/6).


Menurut David, dari laporan tersebut, tim penyidik Unit Tipidsus langsung melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, di antaranya Camat Kragilan dan Kades Silebu. Dari keterangan para saksi ini akhirnya terbongkar mafia tanah yang diduga didalangi oknum kades."Kemudian kami melakukan penggeledehan di kantor desa Silebu. Di sana kami temukan 22 dokumen tanah (warkah) yang sudah dialihkan kepemilikannya," ujarnya.


Selain dokumen tanah, David menambahkan, pihaknya juga mengamankan CPU komputer, mesin printer, dan mobil Toyota Fortuner hasil penjualan tanah. Dari bukti-bukti tersebut, kelimanya langsung ditetapkan tersangka."Kelimanya kita tetapkan sebagai tersangka dan mereka akan kita jerat pasal 263 Jo 266 KUHP tentang pemalsuan dokumen akta ontentik," tambahnya.


David menjelaskan, untuk saat ini kasus penjualan tanah itu sudah dinyatakan lengkap oleh JPU Kejaksaan Negeri Serang. Untuk itu, tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan kepada penuntut umum Kejari Serang."Agas kasus ini tidak terjadi lagi, itu kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak segan-segan melaporkan apabila menemukan kejadian hal semacam ini," tegasnya.


Sementara itu, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan menjelaskan bahwa kasus mafia tanah tersebut ditangani sejak awal Mei 2018. Namun kasus itu sengaja tidak dipublikasikan karena pihaknya masih mendalami penyelidikan kasusnya."Untuk hal ini (mafia tanah) sementara masih dalam penanganan proses disik reskrim. Kalau sudah lengkap semua baru akan diekpose," ujarnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook