Dindikbud Banten Antar 52 Peserta Adem

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 22 Juni 2018 - 14:43:14 WIB   |  dibaca: 490 kali
Dindikbud Banten Antar 52 Peserta Adem

RAPAT : Suasana rapat persiapan penerimaan peserta Program ADEM Tahun 2018 bersama kepala sekolah negeri se-Provinsi Banten, di ruang rapat kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), belum lama ini.

SERANG – Sebanyak 52 peserta program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) kembali ke asalnya masing-masing yaitu Provinsi Papua. Mereka diantar langsung oleh Kabid Pendidikan Khusus, pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIndikbud) Banten, Arkani.


Kepada Banten Raya, Arkani mengaku beberapa waktu yang lalu pihaknya telah mengantarkan 52 peserta ADEM untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Pasalnya, ke 52 peserta ADEM tersebut dinyatakan lulus mengikuti jenjang pendidikan SMA dan SMK di Provinsi Banten.


“Sambutannya sangat postif, bahkan mereka sangat antusias untuk kembali mengikuti program ini. Alhamdulilah saya bersama tim diterima langsung oleh Sekdis Dindikbud Papua Barat beserta jajarannya,” kata Arkani, Kamis (21/6).


Arkani berharap, lulusan program ADEM ini mampu menciptakan rencana aksi, untuk meningkatkan semangat belajar dan mereka menjadi agen of change didaerahnya masing-masing. Khususnya melakukan perubahan system pembelajaran di masyarakat agar bisa mengubah budaya belajar di kampong halamannya. “Dengan adanya lulusan program ADEM ini, budaya belajar bisa lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.


Ia mengaku, berdasarkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, program ADEM ini akan diadopsi oleh sejumlah provinsi lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengejar wajib belajar pendidikan dasar dan memberikan perubahan terhadap budaya belajar di daerah terpencil, tertinggal dan terluar.


“Dengan adanya program ADEM ini maka bisa mengembangkan potensi yang ada di daerahnya masing-masing, karena para lulusan ADEM ini bisa memberikan perubahan yang lebih baik untuk daerahnya masing-masing,” ungkapnya.


Arkani juga mengakui, pihaknya mengantarkan belasan mahasiswa merupakan anak TKI yang tinggal di perbatasan Malaysia tepatnya di Cinabaku. Mereka adalah mahasiswa sejumlah perguruan tinggi terkenal di Indonesia, yang kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak di Malaysia.“Mereka ini anak-anak yang pintar. Namun sayang, mereka dilarang untuk bersekolah di Malaysia,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Arkani berharap, Provinsi Banten bisa kembali dipercaya sebagai destinasi program ADEM tahun 2018 ini, bahkan Arkani meminta jumlah peserta yang dirikim ke Banten lebih banyak dibandingkan jumlah lulusan tahun ini.


“Saya menargetkan 100 peserta program ADEM bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di Banten. Namun hal tersebut tergantung pemerintah daerah asal, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” imbuhhnya, seraya mengatakan, pihaknya mendapatkan dukungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur serta Kepala Dindikbud Banten terkait program ADEM tersebut. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook