Hari Pertama, 14 ASN Mangkir Kerja

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 22 Juni 2018 - 14:59:17 WIB   |  dibaca: 429 kali
Hari Pertama, 14 ASN Mangkir Kerja

BANGUN KEDISIPLINAN : Tim dari Banten Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Serang melakukan pemantauan kehadiran pegawai di Puskesmas Waringinkurung, kemarin. Tim yang melakukan inspeksi mendadak disebar ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Serang.

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan pada hari pertama masuk kerja, setelah cuti bersama Idul Fitri 1439 hijriyah.

Dalam sidak tersebut, sebanyak 14 ASN yang bertugas di OPD dan kecamatan tidak masuk kerja tanpa keterangan. Bagi mereka yang mangkir kerja, Pemkab Serang akan memberikan sanksi berupa pemotongan tunjangan perbaikan penghasilan sebanyak 50 persen.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa memastikan, sidak dilakukan di semua OPD dan kecamatan yang dilakukan oleh tim dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang. “Semua OPD kita sidak, terutama OPD yang memberikan pelayanan. Kita lihat pelayanan di puskesmas, disdukcapil dan rumah sakit sudah berjalan normal,” kata Wabup, Kamis (21/6).

Pandji meminta para kepala OPD dan camat di lingkungan Pemkab Serang agar melaporkan pegawainya yang tidak masuk kerja tanpa keterangan yang bisa dipertanggungjawabkan. “Kita harus berikan sanksi kepada mereka (ASN-red) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Edaran bupati soal pemotongan TPP (tunjangan penghasilan pegawai) 50 persen akan diterapkan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memanggil ASN yang tidak masuk kerja tersebut, untuk dimintai keterangan atas ketidakhadirannya. “Kita belum tahu alasannya apa, jangan-jangan yang bersangkutan sakit, kita belum bisa mengatakan mereka bandel. Makanya nanti akan kita panggil, kalau alasannya rasional bisa dipertanggungjawabkan mungkin kita bisa maklum, kalau alasannya tidak rasional kita beri sanksi,” tuturnya.

Kepala BKPSDM Kabupaten Serang Tb Entus Mahmud Sahiri mengatakan, dalam rangka penegakan disiplin pegawai, Bupati Serang Rt Tatu Chasanah telah membentuk 10 tim untuk melaksanakan monitoring kehadiran ASN. “Alhamdulillah hampir 100 persen ASN sudah masuk kerja, tapi ada delapan ASN di OPD dan enam di kecamatan yang tidak masuk kerja tanpa keterangan,” kata Entus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang Asep Saepudin menyerahkan sepenuhnya sanksi yang akan diberikan terhadap pegawainya yang tidak masuk kerja. “Ada satu yang enggak masuk. Jangankan keterangan, di telepon juga enggak aktif nomornya,” ungkapnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook