Bos Pusat Oleh-Oleh Remas Dada Gadis SMP

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 22 Juni 2018 - 15:04:28 WIB   |  dibaca: 735 kali
Bos Pusat Oleh-Oleh Remas Dada Gadis SMP

TRAUMA : El (14), korban pelecehan seksual memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (21/6).

CILEGON - A, seorang pemilik pusat oleh-oleh di Kawasan Pantai Anyer, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang dilaporkan EI (14), seorang pegawainya ke Polres Serang karena diduga melakukan pelecehan seksual. Di Polres Cilegon, EI menceritakan bahwa ia awalnya bekerja di toko A untuk mengisi liburan sekolah.

Setelah dua hari bekerja, tepatnya pada Sabtu (16/6), Ia mendapat perlakuan yang kurang wajar dari A. “Awalnya pagi hari saya lagi bersih-bersih toko, terus dia megang-megang payudara saya. Saya berusaha untuk menjauh dari dia (pelaku -red),” kata EI saat ditemui Banten Raya usai melaporkan kejadian tersebut ke Polres Cilegon, kemarin.

Tak berhenti di situ, kelakuan bejat A berlanjut di pada siang hari di hari yang sama. EI diajak ke rumah majikannya yang tidak jauh dari pusat oleh-oleh tersebut. Sesampainya di rumah A, EI dibujuk bersetubuh dengan iming-iming Rp 1 juta. Namun, EI menolak rayuan A.


“Dia (A -red) lalu mengancam saya agar tidak bercerita kepada siapa-siapa. A juga mengancam saya untuk tidak melapor kejadian ini ke polisi. Saat itu payudara saya juga dipegang lagi, dan saya berontak,” tutur gadis yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama ini.

Tak berselang lama, EI pulang ke rumah, lalu menceritakan peristiwa tersebut kepada orang tuanya. Sembari menangis, Ia memeragakan tindakan yang dilakukan majikan di tempatnya mencari kerja. “Saya nekat cerita ke orang tua meski sudah diancam. Saya juga kerja di situ niatnya cuma buat ngisi liburan saja daripada tidak ngapa-ngapain,” akunya.

JM (46), orangtua korban terkejut dengan peristiwa yang menimpa buah hatinya itu. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cinangka. Namun, Polsek Cinangka mengarahkan untuk langsung melapor ke Polres Cilegon karena juga masuk dalam wilayah hukum Polres Cilegon.“Ya udah tadi (kemarin -red) kami melaporkan kejadian ini ke Polres Cilegon. Kami berharap pelaku dihukum seadil-adilnya, dan kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengaku belum menerima laporan pengaduan pelecahan seksual tersebut. Pihaknya akan terlebih dahulu mengecek ke bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cilegon. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook