Sehari Sudah 25.554 Pendaftar

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 22 Juni 2018 - 15:07:44 WIB   |  dibaca: 508 kali
Sehari Sudah 25.554 Pendaftar

TERULANG LAGI : Sejumlah calon siswa didampingi orantuanya melakukan verifikasi pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) di SMAN 1 Kota Serang, Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Kamis (21/6).

SERANG - Jumlah warga yang mendaftar PPDB online di hari pertama sampai pukul 18.45 mencapai 25.554 pendaftar. Jumlah itu masih jauh dari total lulusan SLTP di Banten yang mencapai 196 ribu jiwa.

“Artinya, masih ada kesempatan bagi para siswa untuk mendaftar ke PPDB Online. Karena jadwal pendaftaran 21 hingga 27 Juni mendatang,” kata Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Provinsi Banten Amal Herawan Budhi.


Ia menjelaskan, proses pendaftaran bisa dilakukan 24 jam. Namun, untuk proses verifikasi oleh pihak sekolah hanya bisa dilakukan pada jam kerja. “Jadi daftar PPDB online bisa malam hari, biar tidak terjadi traffic jam,” ungkapnya.


Dalam kesempatan itu, Amal meminta orangtua siswa untuk sabar dalam mendaftarkan anaknya. “Sabar dan coba terus,” imbuhnya.Sementara itu, terjadinya gangguan jaringan pada proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di Provinsi Banten yang terjadi Kamis (21/6), mendapat perhatian Komisi V DPRD Banten yang menangani bidang pendidikan. Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan mengaku prihatin kasus server error saat pendaftaran PPDB daring ini terulang seperti yang terjadi pada tahun lalu.


Fitron menuding Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Banten selaku OPD yang menangani server pada penerimaan PPDB online tidak mau belajar dari masalah yang terjadi tahun 2017.


"Teknologi itu punya kelemahan. Namun jika kelemahan tahun lalu terulang sekarang, itu artinya niat baiknya tidak diimbangi dengan strategy berfikir yang strategis. Server busy (ngadat) itu biasa, tapi kalau eror (bermasalah) artinya kurang mau belajar.

Dishubkominfo beberapa bulan lalu dalam kesempatan diskusi, (saat) ditanya mereka bilang siap, sudah aman. Nyatanya (sekarang) belum optimal," ujar Fitron kepada Banten Raya melalui aplikasi pesan WhatsApp.


Menurut politisi Partai Golkar ini, Komisi V akan memantau untuk memastikan terjadinya masalah tersebut sama dengan tahun lalu atau tidak. Sebab, lanjut Fitron, pendaftaran siswa baru tersebut dibuat secara online agar masyarakat lebih mudah, cepat dan nyaman. Namun kalau akhirnya malah membuat masyarakat menjadi susah, lambat, dan frustasi karena harus mencobanya sehari semalam, Fitron menilai bahwa adaptasi teknologi ini hanya buang-buang uang.


"Apa coba alasan PPDB online? Kan untuk memudahkan supaya (masyarakat) stay at home we can do it (tinggal di rumah kita bisa melakukannya). Tapi (yang terjadi) ini stay at home but very complicated (tinggal di rumah tetapi sangat rumit)," tegasnya.


Meski demikian Fitron meminta masyarakat untuk bersabar. Menurutnya, pemerintah pasti berusaha memberikan yang terbaik, hanya saja mungkin terkendala dengan crowded-nya user yang berbarengan. "Usul saya sejak tahun lalu bagaimana kalau dipecah berdasarkan zona. Harusnya dindik (dinas pendidikan) membaginya dalam beberapa server berdasarkan zona, supaya tidak terjadi crowded (ramai)," tegasnya.


Anggota Komisi V DPRD Banten Ishak Sidik juga mengaku prihatin dengan terulangnya kejadian server PPDB online yang bermasalah. Ishak menilai Pemprov Banten tidak melakukan perbaikan atas masalah yang terjadi pada tahun 2017. "Seharusnya kan ketika tahun lalu ada masalah, langsung dicari penyebabnya, kemudian dibenahi agar ke depan lebih baik dan terhindar dari masalah. Ini malah terjadi lagi, artinya ini tidak belajar dari pengalaman tahun lalu, kami prihatin dengan kondisi ini," tegasnya singkat. (satibi/rahmat)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook