PPDB Online Error Lagi

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 22 Juni 2018 - 15:11:16 WIB   |  dibaca: 612 kali
PPDB Online Error Lagi

Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan sidak ke ruang command center Diskominfotiksan Provinsi Banten.

SERANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam jaringan (daring) SMA/K di Banten kembali bermasalah. Sama seperti tahun lalu, situs pendaftaran digital itu sulit diakses. Akibatnya, banyak orang tua siswa yang sulit mendaftarkan anaknya.


Seperti diketahui, situs PPDB yang tidak bisa diakses pernah terjadi di 2017. Bahkan saat itu teknis pendaftaran sempat dilakukan secara manual di mana pemprov menempatkan tim help desk di SMA/K.


Pantauan Banten Raya pada Kamis (21/6) pagi pukul 06.00 WIB, situs PPDB SMA/K di Banten yang disajikan website http://ppbd.bantenprov.go.id sulit diakses. Sempat beberapa kali terbuka namun ketika masuk ke menu pendaftaran kembali tak bisa diakses. Situs hanya memunculkan keterangan dalam indeks tertulis “Mohon maaf halaman yang Anda tuju hanya bisa diakses mulai tanggal 21 Juni 2018”.


Situs kembali coba dibuka sekitar pukul 12.30 WIB. Kali ini situs sama sekali tidak bisa dibuka. Dalam layar telepon pintar maupun layar komputer tertulis keterangan error 502. Pukul 18.00 WIB, situs kembali bisa dibuka namun hal yang dijumpai saat percobaan pagi hari terulang.


Salah seorang orang tua calon peserta didik SMA/K di Kota Serang Herlina mengatakan, dirinya mengalami kesulitan mendaftarkan anaknya melalui situs PPDB daring. Padahal dia sengaja bangun sedini hari mungkin agar bisa mengaksesnya.“Sudah bangun subuh sekali tapi tetap saja tidak bisa daftar. Padahal saya ingin memastikan anak saya bisa melanjutkan sekolahnya,” ujarnya.


Lantaran tak kunjung bisa mendaftar, Herlina pun menjadi panik namun tetap berupaya untuk tenang agar bisa berpikir jernih. “Ya panik lah. Takutnya anak saya enggak bisa daftar. Katanya kan wajib daftar online dulu,” katanya.


Senada diungkapkan salah seorang orang tua calon peserta didik di Kabupaten Lebak, Sekar Dewi yang juga mengalami kesulitan mendaftarkan anaknya. Untuk menyiasatinya, dia pun lebih memilih untuk menyewa operator warung internet (warnet). “Kalau operator warnet kan biasanya manteng terus depan komputer, jadi saya minta dia terus mantau situs PPDB. Kalau bisa diakses langsung daftarkan. Saya juga coba terus buka di handphone,” ungkapnya.


Terkait kondisi tersebut Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) pun meresponsnya dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) usai menggelar apel pagi di KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang sekitar pukul 09.00 WIB.


Saat mengunjungi Diskominfo WH terlihat sangat kecewa dan geram mengetahui kondisi server PPDB daring SMA/K yang tidak dapat diakses oleh hampir seluruh sekolah di Banten. Mantan Camat Tigaraksa, Kabupaten Tangerang itu pun langsung mengomel di hadapan operator di ruang command center Diskominfotiksan.  "Kemaren janjinya ke seluruhnya Indonesia tersambung, tapi sekarang belum bisa masuk, ini fakta jangan banyak berdalih," ujarnya dengan nada tinggi.


Dia mengaku, bisa memaklumi jika persoalan tersebut hanya terjadi di salah satu sekolah. Namun yang membuatkan naik pitam adalah kasus yang sama terjadi di hampir semua SMA/K di Banten. "Kalau satu sekolah bisa dimaklumi, tapi ini kan hampir semua sekolah di Banten belum masuk, Pandeglang, Lebak, Tangerang dan yang lainnya," ucapnya.


Selang beberapa lama, WH meninggalkan ruang command center dan meminta Diskominfotiksan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. "Kalau enggak selesai juga, awas Komari (Kepala Diskominfotiksan)," tegas mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.


Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Diskominfotiksan Provinsi Banten Amal Herawan Budhi tak menyangka kekacauan sistem terjadi.Ia menjelaskan, jumlah server, memori dan bandwidth yang dimiliki oleh panitia sudah memadai. Bahkan pihaknya sudah melakukan uji coba dengan melakukan pendaftaran secara bersamaan sebanyak jumlah lulusan yaitu 196 jiwa dikalikan lima yaitu 980 ribu uji coba dan tidak ada kendala. Namun pada kenyataan, jumlah pengunjung mencapai 13 juta lebih.


Kata Amal, dari jumlah 13 juta pengunjung tersebut sebanyak 31.708 pengunjung berusaha untuk melakukan gangguan terhadap proses PPDB Online di Banten. Dan hal tersebut wajar dalam dunia online seperti saat ini. “Nah, di sini kami tidak menyangka dengan jumlah kunjungan tersebut, mengakibatkan traffic jam selama 4 jam. Karena jumlah lulusan hanya 196 jiwa, sedangkan yang berkunjung sebanyak 13 juta jiwa dalam waktu bersamaan sekitar jam 6 pagi sampai dengan 10 pagi,” kata Amal kepada Banten Raya di ruang sekretariat PPDB online Banten.


Tidak hanya itu, lanjut Amal, kebiasaan user masuk ke dalam website PPDB Online dengan menggunakan laman google akan menampilkan sejumlah pilihan yaitu http://ppdb.bantenprov.go.id dan https://ppdb.bantenprov.go.id. Padahal yang benar adalah http://ppdb.bantenprov.go.id. Kata Amal, jika user mengklik https://ppdb.bantenprov.go.id, maka laman PPDB online tidak akan terbuka.


Kendati demikian, Amal mengklaim gangguan yang terjadi sudah diantisipasi dengan menambah jumlah server, memori dan bandwidth. Sehingga, bisa mengatasi tingginya jumlah pengunjung ke http://ppdb.bantenprov.go.id.


Di lokasi yang sama, Ketua Panitia PPDB Online Joko Waluyo mengatakan, pendaftar pertama dalam proses pendaftaran PPDB online tidak akan mempengaruhi anak tersebut masuk sekolah negeri yang diinginkan. Pasalnya, sistem yang digunakan dalam penerimaan siswa baru melalui perangkingan.


Artinya, kata Joko, siswa yang daftar pertama belum tentu diterima sekolah negeri yang dituju. Dan tidak menutup kemungkinan siswa yang daftar terakhir bisa diterima sekolah negeri yang dituju, karena perangkingan yang digunakan berdasarkan nilai evaluasi murni (NEM).


“Misalnya SMA  1 memiliki kuota 300 siswa, sedangkan yang daftar 1.000 siswa. Dari jumlah pendaftar tersebut akan dirangking jumlah NEM tertinggi hingga mencapai 300 siswa sesuai kuota yang tersedia,” kata Joko. (dewa/satibi)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook