Tidak Laku, Puluhan Kilogram Ayam Busuk

nurul roudhoh   |   Ekonomi  |   Sabtu, 23 Juni 2018 - 12:02:05 WIB   |  dibaca: 3625 kali
Tidak Laku, Puluhan Kilogram Ayam Busuk

MASIH MAHAL : Usup, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Induk Rau melayani pembeli, Jumat (22/6). Sejumlah ayam milik Usup mulai membusuk lantaran disimpan terlalu lama karena menurunnya pembeli.

SERANG - Harga daging ayam yang sangat tinggi tidak hanya merugikan konsumen melainkan juga pedagang. Sejumlah pedagang di Pasar Induk Rau mengaku harus merugi lantaran ayam mereka membusuk karena sepinya pembeli akibat harga yang sangat tinggi.


Usup, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Induk Rau, mengatakan bahwa kenaikan harga daging ayam pada Lebaran tahun ini sangat tinggi sehingga membuat para konsumen mengurungkan niat membeli daging ayam. Ia membandingkan pada tahun sebelumnya harga ayam paling tinggi hanya berkisar Rp35.000 per kg yang naik dari harga sebelum puasa Rp30.000 per kg.

Namun untuk tahun ini harga daging tertinggi mencapai Rp50.000 per kg yang naik sangat tajam dari harga sebelumnya yang hanya Rp32.000 per kg. Kondisi ini membuat para pembeli mengurungkan niat mereka membeli daging ayam dan mengalihkannya untuk membeli lauk lain selain daging ayam."Pembeli pada kabur," katanya, Jumat (22/6).


Akibat mahalnya harga daging ayam ini ia mengaku merugi jutaan rupiah. Pasalnya ada 30 kg daging ayam miliknya yang tidak terjual dan saat ini membusuk. Dengan perkiraan harga Rp45.000 per kilogram sesuai dengan harga hari ini maka ia merugi jutaan rupiah. Ia mengatakan bahwa kondisi daging ayam hanya bisa bertahan dalam kondisi segar yaitu selama 3 hari dengan penyimpanan menggunakan es batu.

Sementara bila daging ayam mencapai 1 minggu maka kondisinya sudah membusuk dengan ciri-ciri kulit daging putih kepucatan dan sedikit hijau sementara bau lebih amis."Kalau disimpen di freezer lebih awet tapi dagingnya jadi enggak enak," katanya.


Karena daging ayam yang ia miliki sudah mulai membusuk maka yang akan menjual daging daging tersebut kepada peternak ikan lele yang biasa digunakan sebagai pakan ikan lele dengan harga yang sangat rendah yaitu Rp5.000 per kg.

Ia mengatakan bahwa kenaikan harga daging ini disebabkan oleh pemerintah yang tidak bisa melakukan stabilisasi harga sehingga harga daging ayam melonjak sangat tinggi dan tidak terkendali sehingga yang dirugikan tidak hanya konsumen melainkan juga para pedagang di tingkat pengecer.


Juniati, salah seorang warga yang membeli daging ayam di Pasar Induk Rau, mengatakan bahwa saat ini harga daging ayam mencapai Rp45.000 per kg. Meski sudah lebaran lewat 1 minggu namun harga tersebut masih tergolong tinggi. Ia mengaku terpaksa membeli daging ayam karena sedang butuh untuk acara selametan keluarga.

Ia mengaku membeli 10 kg daging ayam yang akan dimasak untuk kegiatan esok hari. Seperti halnya Usup, ia juga berharap pemerintah bisa menstabilkan harga daging ayam kembali sehingga tidak memberatkan konsumen terutama masyarakat menengah ke bawah."Apalagi ini kan udah lewat Lebarannya," ujarnya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook