Honor Guru Ngaji Tersendat

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 25 Juni 2018 - 12:24:37 WIB   |  dibaca: 580 kali
Honor Guru Ngaji Tersendat

CILEGON – Sudah setengah tahun atau selama 6 bulan guru honorer dan guru ngaji di Kota Cilegon ternyata belum mendapatkan Honor Daerah (Honda) yang didapatkan dari dana hibah Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

Hal tersebut tentu membuat prihatin para guru madrasah dan guru ngaji yang ada di Kota Cilegon. Pasalnya, selain dari Honda tersebut para guru madrasah dan guru ngaji sangat minim pemasukan setiap bulannya.  


Salah satu guru madrasah yang enggan disebutkan namanya mengatakan, berbeda dengan 2017, dimana pencairan honor tersebut sudah dilakukan sebelum lebaran. Sementara, untuk 2018 sampai sekarang belum juga ada kabar pencairan dari pemerintah. Untuk itu, ia berharap untuk bisa memenuhi berbagai keperluan keluarga untuk bisa dilakukan pencairan dalam waktu secepatnya.

 "Sudah setengah tahun belum dicairkan honor kami. Kalau tahun kemarin (2017-red) sebelum lebaran kami sudah mendapatkan pencairan. Kami harap dalam waktu dekat sudah ada informasi kapan bisa dicairkan," katanya sambil meminta identitasnya untuk dirahasiakan kepada Banten Raya, Jumat (22/6).


Ia menjelaskan, biasanya para guru madrasah mendapatkan honor perbulannya sebasar Rp 300 ribu rupiah. Semantara untuk pencairan biasa dilakukan setiap tiga bulan sekali. "Masing-masing kami mendapatkan setiap pertiga bulan yaitu Rp 300 ribu. Namun, sudah setengah tahun belum juga ada pencairan. Kami berharap untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup maka bisa dicairkan," jelasnya.


Sementara itu, Salah satu guru ngaji di Kelurahan Cibeber, Eti mengeluhkan hal yang sama. Dimana, honor guru ngaji yang setiap buulannya dibayarkan sebesar Rp 150 ribu pertiga bulannya sampai sekarang belum dilakukan pemcairan. Hal tersebut sangat memperihatinkan. Sebab, meskipun angka tersebut sedikit namun sangat berarti untuknya sebagai sorang guru mengaji.

 "Kalau perbulan kecil hanya Rp 150 ribu, tapi dikali 6 adalah jumlah yang cukup lumayan banyak. Sekrang ini kami hanya bisa mendoakan semoga selepas lebaran bisa cair dan kebutuhan hidup kami bisa terpenuhi," ucapnya.


Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon Muhtar Gojali mengungkapkan, tidak mengetahui secara persis persoalan belum dicairkannya honor bagi para guru honorer dan guru mengaji di Kota Cilegon. Sebab, persoalan tersebut adalah dana hibah dimana kewenangan pengelolaannya dilakukan oleh Bagian Bimbingan Mental (Bintal) dan Keagamaan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon.

“Itu dana hibah dan pengelolaannya itu bagian kesra (sekarang Bagian Bintal dan Keagamaan Setda Kota Cilegon-red) jadi kami tidak mengetahui secara pasti apakah sudah dilakukan pencairan atau belum. Sebab, itu diluar kewenangan kita," ungkapnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook