Tak Pernah Sepi, Berendam Malam Hari Jadi Favorit Pengunjung

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 25 Juni 2018 - 13:31:43 WIB   |  dibaca: 1193 kali
Tak Pernah Sepi, Berendam Malam Hari Jadi Favorit Pengunjung

Pengunjung saat mandi air Panas Cisolong, belum lama ini.

PANDEGLANG - Dengan berbagai keterbatasan, terutama infrastrktur jalan yang sempit dan gelap, Kabupaten Pandeglang ternyata tetap menjadi tujuan wisata masyarakat untuk merayakan libur Lebaran. Bahkan, beberapa destinasi wisata satu di antaranya Pemandian Air Panas Cisolong hingga akhir pekan kemarin tetap ramai meski libur Lebaran telah berakhir.

Keterkenalan Air Panas Cisolong Pandeglang dikalangan wisatawan lokal Banten memang sudah cukup lama. Namun pamor lokasi wisata ini mirip mata air yang menyembur di Cisolong. Panas dan melimpah, sehingga secara perlahan air panas ini mampu mengggerakkan roda perekonomian warga setempat.

Di banding destinasi wisata lainnya di Pandeglang, Pemandian Air Panas Cisolong yang beralamat di Kampung Cisolong, Desa Sukamanah, Kecamatan Kaduhejo, memang mudah dijangkau. Jaraknya kurang lebih 5 kilometer dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Pandeglang.


Akses ke lokasi ini cukup mudah dan jalannya mulus. Sayangnya, belum ada transportasi umum seperi angkot yang melayani penumpang dari dan menuju Cisolong. Pengunjung harus naik mobil pribadi, menggunakan jasa ojek, atau menyewa kendaraan. Harga tanda masuk (HTM) ke Cisolong milik Pemkab Pandeglang relatif murah Rp 5.000 per orang. Harga ini juga berlaku di dua pemandian air panas lainnya yang bersebelahan dan dikelola perorangan yakni Pemandian Gunung Torong dan Alam Sari.


Untuk semakin merasakan sensasi panas air Cisolong, wisatawan disarankan datang sore menjelam malam. Tidak heran kalau kemudian jika semakin gelap, pengunjung di kampung ini justru semakin ramai. Uniknya, air panas Cisolong berbeda dengan air panas pada umumnya karena air panas yang menyembur tidak berbau belerang.


Dade (45), salah seorang pengunjung Cisolong asal Kabupaten Serang mengakui jika Cisolong menjadi tempat favoritnya bersama keluarga untuk berendam. “Sebulan sekali saya berendam di Cisolong. Libur Lebaran ini baru sekarang (kemarin-red) karena informasinya selalu ramai. Saya cari waktu agar sedikit lengang tapi ternyata masih ramai juga,” kata Dade.


Dade meyakini berendam di Cisolong tidak sekadar rekreasi. “Kebetulan saya menderita rematik. Tapi kalau sudah berendam di Cisolong sakitnya berkurang. Makanya saya rutin datang. Airnya juga normal (tidak bau belerang-red),” jelasnya.


Salah seorang petugas jaga di kolam air panas Milik Pemkab Pandeglang ini Hendi mengatakan, Cisolong penuh oleh pengunjung sejak H plus satu lebaran. “Sampai hari ini pengunjung Cisolong masih ramai. Yang datang semakin padat menjelang sore hingga malam,” kata Hendi.


Menurut Hendi, pengunjung dari luar daerah yang bertandang ke Cisolong, lebih banyak terjadi sore sampai malam, dibanding pagi hari. “Kalau pengunjung dari sekitar Pandeglang banyak yang datang pagi hari, terutama hari libur. Pengunjung dibatasi sampai jam sepuluh malam.”


Pembatasan jam kunjung, selain sudah menjadi ketentuan dan kesepakatan pemilik kolam, juga dimaksudkan agar cukup waktu untuk mengganti air kolam. “Setiap jam 9 malam air kolam sudah mulai dikuras total biar pagi harinya sudah terisi penuh lagi. Kalau telat nguras, besoknya pasti tidak terisi penuh,” terang Hendi. (Muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook