Puluhan Hektar Padi Diserang Hama

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 25 Juni 2018 - 13:33:57 WIB   |  dibaca: 294 kali
Puluhan Hektar Padi Diserang Hama

PANEN TAK MAKSIMAL : Kondisi lahan sawah tanaman padi milik petani Desa Surianen, Kecamatan Patia puso akibat diserang hawa WBC, Minggu (24/6).

Secara terpisah, puluhan hektar lahan sawah milik petani Desa Surianen, Kecamatan Patia diserang hama wareng batang coklat (WBC). Tanaman padi yang terserang hama itu terancam gagal panen, karena para petani hanya bisa panen seadanya.


Sukria (52), petani Desa Surianen mengaku, sudah beberapa pekan terakhir tanaman padi miliknya diserang hama WBC. Dia bersama petani di desanya hanya bisa pasrah, karena padi yang dipanen tidak maksimal akibat serangan hama tersebut. "Sudah dua minggu ini padi kami diserang hama. Hama itu menyerang pada buah dan batangnya. Sekarang, panen pun terpaksa sisa-sisa hama," kata Sukria, ditemui saat panen padi miliknya, Minggu (24/6).


Berbagai cara dilakukan untuk membasmi hama WBC. Kata Sukria, sudah sering dilakukan dengan cara disemprot menggunakan pestisida. Namun upaya itu dinilai gagal, sehingga mengakibatkan tanaman padi terkena hama secara meluas.

Bahkan, membuat para petani dibuat kesal dengan hama tersebut. "Kalau penyemprotan pakai obat pestisida sudah sering. Setiap pagi dan sore hari kita lakukan penyemprotan. Tapi tetap saja masih diserang hama," keluhnya.


Kepala Desa Surianen, Buang membenarkan, tanaman padi petani di desanya di serang hama WBC. Buang belum bisa menyebutkan luas lahan sawah yang positif terserang hama. Alasannya, data yang dilaporkan petani di desanya masih dilakukan pendataan. "Untuk tahun 2018 saja tanaman padi petani sudah dua kali terkena hama. Kalau total secara keselurahan masih kita rekap, untuk luas hampir setiap desa di Kecamatan Patia terkena hama semua. Mungkin ada sekitar puluhan hektar," ujarnya.


Dia menilai hingga saat ini petani di desanya belum mendapatkan bantuan apapun dari Dinas Pertanian (Distan) Pandeglang. Dia berharap dinas terkait untuk segera melakukan penanganan, agar para petani tidak merasa ketakutan dengan serang hama WBC. "Pengajuan puso harus kita sampaikan, padi petani sudah tidak mungkin lagi untuk diobati. Kedepan harus ada solusi dari dinas terkait untuk mengatasi hama ini, peran aktif dari dinas, dan penyuluh pertanian juga sangat penting," harapnya.


Dihubungi melalui teleponnya, Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Pandeglang, Nasir menyatakan, sudah mengantisipasi serang hama WBC petani di Kecamatan Patia dengan cara menggelar penyemprotan massal. "Terkait serangan WBC, kita dari awal sudah upayakan untuk mengantisipasi agar serangan bisa diidentifikasi dan dikendalikan dari awal.

Kita sudah meminta agar petani dan petugas jangan lengah, karena akan bahaya terhadap serangan yang tinggi. Tahun kemarin juga Patia terkena hama, harusnya jadi perhatian para petani. Semoga serangan sekarang tidak parah, dan bisa dikendalikan," jelasnya.


Untuk mengantisipasi serang hama WBC, menurut Nasir, dinasnya sudah membentuk posko pengendalian hama dibeberapa wilayah. "Beberapa wilayah mulai Kecamatan Banjar, Saketi, Panimbang, Sobang, bahkan sekarang ke Patia tetap dalam pantauan kita.

Upaya kita dari awal sudah membentuk posko-posko pengendalian OPT (Organisme Penggangu Tanaman) dan DPI (Dampak Perubahan Iklim) di Koramil sebagai simpul pendendalian, sehingga racun telah di drop untuk mendekatkan dengan lokasi petani, dan memudahkan dalam pelaksanaan gerdal kalau diperlukan," ujarnya. (yanadi)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook