Tidak Ada Keluhkan THR

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 25 Juni 2018 - 13:43:16 WIB   |  dibaca: 232 kali
Tidak Ada Keluhkan THR

PENGADUAN : Spanduk posko pengaduan THR masih terpasang di samping kantor Disnakertrans, kemarin.

SERANG- Sampai dengan 7 hari pasca Lebaran belum ada laporan keluhan yang masuk ke posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang. Posko pengaduan akan ditutup Senin (25/6) nanti.


Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Disnakertrans Kota Serang Ratu Ani Nuraeni mengungkapkan bahwa hingga kemarin tidak ada satu pun laporan keluhan dari pekerja di Kota Serang mengenai tunjangan hari raya.

Karena itu dia beranggapan bahwa tidak adanya laporan itu berarti seluruh perusahaan yang ada di Kota Serang telah menunaikan kewajibannya yaitu memberi tunjangan hari raya kepada para pekerja maksimal 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.


Ratu mengungkapkan bahwa kewajiban perusahaan memberikan THR kepada pekerja diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Dalam PP tersebut dijelaskan bahwa karyawan yang baru bekerja selama 1 bulan pun wajib diberikan THR dengan hitungan proporsional, yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan. Sementara bagi karyawan yang masa kerjanya minimal setahun harus diberikan THR minimal satu kali gaji. “Besaran THR adalah kalkulasi dari gaji yang setiap bulan didapatkan oleh pegawai tersebut,” katanya, kemarin.


Aturan lain yang mengatur THR adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 6 tahun 2016 tentang tunjangan hari raya keagamaan. Bahkan beberapa hari yang lalu Ratu menerima surat edaran Menteri Ketenagakerjaan nomor 2 tahun 2018 tentang pembayaran tunjangan hari raya keagamaan yang menegaskan THR harus sudah dibagikan kepada pekerja paling lambat seminggu sebelum Lebaran. Ratu mengungkapkan bahwa posko pengaduan THR masih dibuka sampai dengan Senin mendatang.

Bila masih ada keluhan maka bisa disampaikan langsung ke posko dan akan ditindaklanjuti kemudian. Perusahaan yang sengaja tidak memberikan THR akan mendapatkan sanksi sanksi berupa denda 5 persen dari besaran THR yang berhak diterima oleh pekerja.

Meski demikian bila berkaca pada tahun-tahun sebelumnya tidak ada perusahaan di Kota Serang yang tidak membayarkan THR kepada pekerja. "Kami berharap tahun ini juga tidak ada perusahaan yang bandel," katanya.


Wakil Ketua DPW Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) Provinsi Banten Adi Satria Lia mengungkapkan bahwa sampai saat ini ia belum menerima laporan adanya buruh yang tidak menerima THR. Karena itu ia menyimpulkan seluruh pekerja sudah menerima THR dari tempat mereka bekerja. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook