Uniba Perkuat Visi Kelembagaan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Senin, 25 Juni 2018 - 14:08:46 WIB   |  dibaca: 311 kali
Uniba Perkuat Visi Kelembagaan

UNIBA : Rektor Universitas Bina Bangsa (Uniba) Banten, Furtasan Ali Yusuf (dua dari kanan) saat menghadiri acara halal bihalal di auditorium kampus, kemarin.

SERANG – Furtasan Ali Yusuf, Rektor Universitas Bina Bangsa (Uniba) Banten mengatakan, dalam suatu organisasi atau kelembagaan, yang paling penting adalah menjaga komunikasi demi tercapainya visi suatu organisasi atau lembaga.


“Jangan sampai komunikasi setiap individu dalam sebuah organisai tidak saling dijaga, yang satu ke utara yang satu lagi ke selatan. Jika seperti ini, tidak akan maju lembaga tersebut, maka komunikasi harus dijaga,” katanya saat Halal Bihalal di Kampus Uniba Banten, Kota Serang, Sabtu, (23/6).


Pria yang akrab disapa Fay ini menjelaskan, setiap perubahan dalam organisasi akan membawa dampak. Ada dua pilihannya, dampak postif dan negatif. Selain itu, dalam menciptakan budaya organisasi internal kampus ini, butuh menyatukan visi lembaga.


“Bukan visi pribadi masing-masing. Karena, lembaga butuh akselerasi dan kecepatan kedepannya, seperti seluruh program studi (prodi) harus terakreditasi dengan baik. Sehingga dapat memastikan visi kampus, yakni menjadi perguruan tinggi yang terkemuka di Indonesia yang menghasilkan sumber daya manusia unggul, berdaya saing tinggi, berwawasan gelobal menuju technopreneur university.” tuturnya.


Dalam kesempatan halal bihalal tersebut, Fay mengingatkan kepada civitas akademik Uniba, hidup ini sifatnya sementara, sehingga menghadapai suatu masalah dunia dengan wajar saja. Jangan terlalu menjadi beban pikiran, apalagi amanah dunia yang sifatnya sementara.


“Dalam bulan Ramadan yang sudah kita lalui bersama, saya memandang ada dua dimensi. Pertama, dimensi habluminallah hubungan mahluk dengan pencipta, kita sudah melaksanakan puasa, zakat serta ibadah-ibadah lainya, tapi hal itu belum sempurna jika kita sesama manusia belum saling maaf memaafkan (dimensi habluminannas),” tuturnya.


Lanjut Fay, jangan sampai samudara Ramadan tidak berbekas dan tidak ada hikmahnya. “Ketika masuk pada bulan Syawal atau ketika sudah masuk kerja, diisi saling cemberut bertemu dengan rekan kerja. Jika, seperti ini sama saja seperti anak kecil yang masih belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik,” ungkapnya.


Ketika sudah saling maaf memaafkan, masih kata Fay, diibaratkan seperti kertas putih tanpa noda. Setelah itu mari menatap masa depan yang lebih baik. “Oleh karenanya, jauhkan ego masing-masing, belajar saling memberi maaf dan belajar saling menerima maaf,” pungkasnya. (mg-basyar)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook