Hujan Sebentar, Dua Wilayah Terendam Banjir

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 26 Juni 2018 - 12:35:56 WIB   |  dibaca: 382 kali
Hujan Sebentar, Dua Wilayah Terendam Banjir

BENCANA BANJIR : Sejumlah petugas BPBD dan warga saat menangani banjir yang terjadi di Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Senin (25/6).

CILEGON - Banjir kembali merendam wilayah di Kota Cilegon, Minggu (24/6) malam dan Senin (25/6) dinihari. Dua wilayah di Kota Cilegon yang terendam banjir adalah Perumahan Arga Baja Pura di Kecamatan Grogol, dan Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan.

Pantauan Banten Raya, selain pemukiman, beberapa ruas jalan juga tergenang air akibat hujan semalaman, diantaranya di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon, Jalan Raya Merak, dan Jalan Raya Kranggot. Ketinggian air bervariasi, ada yang setinggi mata kaki orang dewasa dan ada yang sepinggang.

Kepala Seksi (Kasi) Tanggap Darurat Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Ahmad Mafruh mengatakan, BPBD mencatat ada dua wilayah di Kota Cilegon yang terendam banjir.

Banjir mulai datang pada Minggu (24/6) malam dan Senin (25/6) dinihari. "Itu karena hujan sejak sore sampai malam hari, jadi beberapa wilayah terendam banjir. Dua wilayah yaitu di Perumahan Arga Baja Pura dan di Cilodan, Ciwandan," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Mafruh menegaskan, dua wilayah yang terendam banjir tersebut memang bukan titik banjir baru. Sebelumnya, dua wilayah tersebut juga sudah sering dilanda banjir. Di Perumahan Arga Baja Pura, banjir air mulai naik ke pemukiman pada Minggu malam sekitar pukul 20.30 WIB. Sementara, di Cilodan air mulai naik ke rumah-rumah warga sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.


"Pada 25 April lalu, wilayah Perumahan Arga Baja Pura pada juga terendam banjir, tingginya sama seperti saat ini setinggi mata kaki. Kalau Cilodan pada 2016 juga sempat banjir parah lebih dari satu meter, tadi (kemarin -red) di Cilodan sampai setinggi satu meter banjirnya," tegas Mafruh.

Banjir yang merendam Perumahan Arga Baja Pura, tambah Mafruh, disebabkan oleh gorong-gorong di Jalan Raya Merak yang terlalu kecil. Sehingga, ketika hujan gorong-gorong di bawah jembatan jalan nasional tersebut tidak bisa menampung debit air. Akibatnya, air meluap ke jalan dan perumahan warga.


Berbeda halnya dengan di Cilodan. Banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul akibat proyek pipa air milik PT Krakatau Tirta Industri (KTI). "Tanggul yang jebol akibat proyek PT KTI belum dibetulkan, jadi air masuk ke pemukiman warga di Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih," tambahnya.


Mafruh menjelaskan, akibat banjir dari dua wilayah tersebut, tercatat ada 67 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban banjir. Namun, sebagian besar korban banjir yang berada di Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan. "Sebanyak 200 jiwa yang menjadi korban banjir. Tapi, tidak ada yang luka-luka ataupun menjadi korban jiwa. Hanya saja rumah-rumah mereka (warga -red) yang terendam dan tidak bisa beraktifitas di dalam rumah. Tapi, siang hari banjir sudah surut," jelasnya.

Mafruh menerangkan, wilayah di Kota Cilegon yang pernah terendam banjir masih menjadi perhatiannya untuk melakukan pencegahan dan peringatan dini banjir. Pasalnya, sampai Selasa (26/6) diperkirakan masih akan terjadi hujan lebat disertai petir. "Kami selalu update informasi dari BMKG (Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika) Serang, informasi itu kami teruskan ke pemerintah di kelurahan," terangnya.

Ditambahkan Mafruh, setiap hari BPBD Kota Cilegon juga menyiagakan pegawainya yang berjumlah lima sampai enam orang saat malam hari. Tujuannya, agar ketika ada bencana di malam hari bisa langsung menuju lokasi bencana. "Tapi, kami juga dibantu seperti SAR dan PMI (Palang Merah Indonesia)," tambahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kota Cilegon Ubaidillah mengatakan, warga korban banjir di Lingkungan Cilodan sudah mengajukan permohonan bantuan. Pihaknya juga akan segera mengirim bantuan yang dibutuhkan oleh korban banjir di Cilodan berupa sembako, air bersih, dan selimut. "Logistik bantuan di kami masih mencukupi, biasanya kami juga dibantu oleh PMI dan Dinsos (Dinas Sosial) Kota Cilegon dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana," katanya.


Ubaidillah menegaskan, pihaknya mencatat sudah ada beberapa kali bencana banjir di Kota Cilegon. Terparah, terjadi pada 10 Februari dan 25 April yang merendam banyak rumah. "Anggaran untuk persediaan logistik bantuan bencana tahun ini saya rasa masih kecil, karena dianggarkan hanya Rp 100 juta saja," tegasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook