Rutin Monitoring Warga Pendatang

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 26 Juni 2018 - 12:43:18 WIB   |  dibaca: 176 kali
Rutin Monitoring Warga Pendatang

DISKUSI : Lurah Kota Bumi, Tafrizi dan Sekretarisnya, Mulyadi usai diskusi terkait warga pendatang, Senin (25/6).

Pemerintah Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta setiap bulannya rutin melakukan monitoring warga pendatang. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan pendataan dokumen kependudukan warga pendatang termasuk juga untuk mengantisipasi berbagai hal yang terjadi dilingkungan yang banyak warga pendatangnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Ketertiban Umum pada Pemerintah Kelurahan Kota Bumi, Bambang A Umala mengatakan, pasca idul fitri 2018 dan juga menjelang penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Tehnik Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta), wilayah Kelurahan Kota Bumi pasti kebanjiran pendatang untuk mengontrak dirumah kontrakan dan kosan yang ada di sekitar wilayah tersebut. Untuk itu, Pemerintah Kelurahan Kota Bumi melakukan monitoring untuk kembali mendata para pendatang tersebut.

"Kami rutin melakukan monitoring, khusunya kepada kosan dan rumah kontrakan yang ada di wilayah lingkungan Damkar. Sebab, biasanya para pendatang atau mahasiswa baru banyak mengontrak kosan diwilyaha tersebut. Kami melakukan pendataan dokumen kependudukan kepada setiap pendatang. Hal tersebut dilakukan agar para pendatang bisa tertib adminitrasi," katanya kepada Banten Raya, Senin (25/6).


Bambang menambahkan, selain melakukan monitoring rutin, Pemerintah Kelurahan juga tengal melakukan koordinasi kepada Ketua Rukun Tangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk melakukan pendataan kepada setiap para pendatang yang tinggal diwilayahnya.

Para ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) diharapkan bisa jemput bola untuk menadata dokumen kependudukan warga pentangan, sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan maka para pengurus RT dan RW memeiliki data warga tersebut.

"Intinya kami berharap lingkungan kondusif. Kami juga minta RT dan RW untuk menjemput bola mendatangai pemilik kosan dan kontrakan untuk meminta data pendatang yang tinggal ditempatnya, sehingga hal tersebut bisa terdata dengan rapi. Kami harap para pemilik kosan dan kontarakan juga paham dan bisa bekerjasama dengan aparat setempat," tambahnya.


Sementara itu, Lurah Kota Bumi, Tafrizi menjelaskan, Pemerintah Kelurahan tidak pernah melarang adanya warga pendatang untuk tinggal diwilayahnya. Namun, sebagai pendatang harus tetap mengikuti prosedur yang ada dan keberadaanya  jelas apakah untuk bekerja dalam waktu yang lama  atau untuk melakuka studi.

"Harus jelas dan ditanyakan kepada mereka mau apa tinggal disini. Secara aturan juga 1 kali 24 jam harus melapor kepada aparat RT dan RW setempat. Hal ini agar mengantisipasi kemungkinan negatif yang timbul dari dampak adanya banyak kaum urban diwilayahnya," jelasnya.


Sekretaris Lurah Kota Bumi, Mulyadi menerangkan, berharap kepada pemilik kosan untuk juga akomodatif dalam melaporkan orang-orang yang mengontak, sehingga hal tersebut mempermudah kerja aparat untuk mendata berapa banyak pendatang yang ada dan juga adminitrasi dokumen kependudukan bisa dilakukan dengan tertib.

"Kami berharap bagi pendatang yang berencana lebih dari 3 bulan tinggal dan menetap untuk mengurus kepindahan adminitrasi kependudukannya, sehingga lebih mudah dalam melakukan pendataan. Para pemilik juga diharapkan memberikan dorongan supaya mereka bisa pindah dokumen kependudukan," terangnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook