Dewan Minta Honor Guru Madrasah Dicairkan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 26 Juni 2018 - 13:57:08 WIB   |  dibaca: 752 kali
Dewan Minta Honor Guru Madrasah Dicairkan

RAPAT KUNKER : Suasana rapat Kunker Komisi II DPRD Kota Cilegon dengan Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang dan Dindik Kota Cilegon di gedung rapat DPRD Kota Cilegon, Senin (25/6).

CILEGON – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mendesak kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk secepatnya mencairkan Honor Daerah (Honda) guru madrasah dan guru ngaji yang sudah 6 bulan belum diterima para guru. Pasalnya, honor tersebut merupakan hak yang harus diterima oleh para guru madrasah dan ngaji yang selama ini melakukan pengabdian untuk mengajarkan agama di Kota Cilegon.


Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Badar Gumelar mengatakan, pihaknya mendesak kepada Pemerintah Kota Cilegon untuk secepatnya melakukan proses pencairan honda tersebut. Sebab, anggaran tersebut sudah tersedia dan tinggal dilakukan pencairan oleh Pemkot Cilegon.

"Seharusnya pemerintah bisa lebih mensejahterakan para guru mandrasah dan guru ngaji di Kota Cilegon. Yang ada saja masih belum cair selama setengah tahun, bagaimana berfikir untuk menambah anggaran agar para guru ngaji bisa sejahtera. Kami harap secepatnya bisa dilakukan pencairan, sehingga para guru bisa memperoleh kebutuhannya," kata Badar kepada Banten Raya usai menerima kunjungan kerja (Kungker) anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanggerang di gedung rapat DPRD Kota Cilegon, Senin (25/6).


Badar menjelaskan, berbagai entuk prosedur yang harus ditempuh harus dilaksankan dengan cepat, sehingga proses pencairan tidajk berlangsung terlalu berlarut-larut."Apa kurangnya seharusnya bisa diantisipasi. Jangan sampai 6 bulan belum cair, mereka kasihan menunggu haknya," jelasnya.


Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Erik Rebiin yang mendesak pihak eksekutif untuk secepatnya melakukan proses pencairan, sehingga para guru madrasah dan ngaji tidak lagi menunggu-nunggu honor daerah.


"Mekanismenya harus diatur dengan cepat, mereka ini sudah 6 bulan tidak menerima, mau sampai kapan lagi. Kami minta pemeritah untuk bisa memprosesnya dengan cepat," ungkapnya.


Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi menerangkan, persoalan tersendatnya pencairan dana hibah honor daerah untuk para guru madrasah dan guru mengaji karena sampai sekarang Pemerintah Kota Cilegon masih menunggu hasil validasi Kantor Kementarian Agama (Kankemenag) Kota Cilegon terkait berapa banyak dan berapa besar jumlah yang harus dicairkan.

"Uangnya sudah ada dan tingal menunggu hasil validasi yang dilakukan oleh Kemeneag. Sebab berapa jumlahnya itu datanya ada dan harus disinkronkan. Jika sudah selesai maka bisa dicairkan," terangnya.

Salah satu pegawai Kemenag Kota Cilegon yang enggan disebutkan namanya menyatakan, adanya keterlambatan pembayaran terhadap honor daerah guru madrasah dan guru ngaji berasal dari adanya mutasi di Kankemenag Kota Cilegon.

Sebab, salah satu Kelapa Seksi yang mengani validasi data tidak ada, sehingga menghambat proses pencairan. "Iya, sedang ada pergantian kasi, sehingga tidak ada yangmengani dan terhambat semuanya," katanya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook