Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 26 Juni 2018 - 15:27:28 WIB   |  dibaca: 565 kali
Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik

TAK BOLEH DIDEKATI : Asap dari erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (25/6). Erupsi yang terjadi pukul 07.14 itu menyemburkan kolom abu 1.000 meter ke arah utara.

SERANG – Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi, Senin (25/6) pukul 07.14 WIB dengan ketinggian kolom abu kurang lebih 1.000 meter di atas permukaan laut yang mengarah ke arah utara.


Dengan terjadinya erupsi tersebut, GAK ditetapkan berstatus waspada level II, sehingga tidak aman untuk didekati dengan radius 1 kilometer oleh para pengunjung atau wisatawan.
Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Windi Cahya membenarkan, sejak 17 Juni lalu terjadi peningkatan kegempaan dengan didominasi gempa vulkanik dan frekuensi.

Selain itu dalam dua hari terakhir muncul tremor atau getaran yang terus menerus. “Itu berarti adanya suplai magma yang naik ke permukaan yang teramati ada letusan pada tanggal 25 Juni ini,” kata Windi, Senin (25/6).


Ia mengungkapkan, kegempaan GAK masih fluktuatif sehingga jika dirata-ratakan masih di atas 150 kejadian per hari untuk kegempaannya. “Kalau untuk membahayakan sudah jelas membahayakan, contohnya ada awan panas, kalau misalnya kita menyeberang ke Anak Krakatau. Tapi untuk di sekitaran pesisir pantai (Anyer), karena jaraknya 40 kilometer masih aman,” ujarnya.


Ia menjelaskan, sejak ditetapkan statusnya menjadi waspada pada 26 Januari 2012. telah dikeluarkan imbauan agar masyarakat atau wisawatan tidak menyeberang ke Gunung Anak Krakatau. “Kalau kita lihat dari rekaman seismik di Pos Pengamatan di Pasauran masih adanya gejala-gejala yang berpotensi untuk terjadinya letusan setiap saat. Jadi tidak aman untuk didekati,” tuturnya.


Meski telah dikeluarkan imbauan, namun masih ada masyarakat dan wisawatan tetap memaksakan diri untuk mendekati Gunung Anak Krakatau. “Kita sudah melarang untuk mendekati Anak Krakatau, tetapi mungkin disangkanya tidak apa-apa gunungnya oleh pengunjung, padahal statusnya waspada dan membahayakan bagi pengunjung yang mendekat,” katanya.
Sementara itu, erupsinya Gunung Anak Krakatau berdampak pada jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata di Kabupaten Pandeglang.


Yanto, pemandu wisata Krakatau di Tanjung Lesung mengatakan, sejak adanya larangan untuk tidak mendekat ke kawasan Gunung Anak Krakatau, sejumlah wisatawan membatalkan pemberangkatan. "Banyak wisatawan yang cancel perjalanan pak. Kapal saya saja gak berangkat. Kalau tidak ada kejadian itu, biasanya banyak pengunjung yang ingin berlibur untuk melihat secara langsung Gunung Anak Krakatau," kata Yanto.


General Manager Tanjung Lesung Beach Hotel Widiasmanto mengatakan, sudah banyak wisatawan yang menanyakan kejadian erupsinya Gunung Anak Krakatau. "Untuk kegiatan tour ke Gunung Anak Krakatau memang sementara kita enggak jual dulu, sampai kondisi aman," katanya. (tanjung/yanadi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook