Korupsi Rp18,23 Miliar, 3 Terdakwa Shelter Divonis 1,3 Tahun

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 26 Juni 2018 - 15:29:49 WIB   |  dibaca: 701 kali
Korupsi Rp18,23 Miliar, 3 Terdakwa Shelter Divonis 1,3 Tahun

RINGAN : Tiga terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan shelter tsunami Rp18,23 miliar menunggu vonis di Pengadilan Tipikor Negeri Serang, kemarin.

SERANG - Majelis hakim pengadilan Tipikor Negeri Serang menjatuhkan vonis 1 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan penjara, kepada tiga terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tempat evakuasi sementara (TES) atau shelter tsunami di Labuan, Pandeglang, tahun 2014 senilai Rp18,23 miliar.


Ketiga terdakwa yakni Direktur PT Tidar Sejahtera (TS) Takwin Ali Muchtar, Manager PT TS Wiyarso Joko Pranolo, dan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Ahmad Gunawan. Dalam vonis itu, khusus terdakwa Joko Pranolo tidak diwajibkan membayar uang pengganti.


Sementara Ahmad Gunawan dan Takwin Ali Muchtar diwajibkan membayar uang pengganti. Ahmad Gunawan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp500 juta subsider dua bulan penjara. Sedangkan, Takwin Ali Muchtar diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp4 miliar lebih subsider enam bulan penjara.


Pembacaan vonis dilakukan secara terpisah. Pertama pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ahmad Gunawan sebagai PPK proyek, dilanjutkan Wiyarso Joko Pranolo dan terakhir Takwin Ali Muchtar.


"Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan dan didenda Rp50 juta kepada Ahmad Gunawan. Apabila tidak sanggup membayar maka diganti pidana kurungan selama 2 bulan," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang Sumantono membacakan vonis di hadapan jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tipikor PN Serang, Senin (25/6).


Adapun hal yang meringankan terdakwa, ketiganya telah berterus terang dan menyesali perbuatannya. Selain itu mereka belum pernah dihukum, dan terdakwa memiliki itikad baik untuk mengembalikan kerugian keuangan negara. Sementara hal yang memberatkan yaitu perbuatan ketiganya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan telah merugikan keuangan negara.


Dalam uraian vonis yang dibacakan, Ahmad Gunawan telah mengembalikan uang pengganti Rp500 juta kepada Kejaksaan Negeri Serang sehingga dibebaskan dari ancaman kurungan.
Terdakwa Takwin juga telah menggembalikan uang pengganti senilai Rp4 miliar dalam bentuk aset pribadi berupa, satu unit rumah di Jalan H Ismail Nomor 54 A RT 008 RW 003 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta dengan luas tanah 100 meter persegi, dan luas bangunan 134,85 meter persegi senilai Rp.992.600.000.


Kemudian, satu unit rumah tinggal di Kavling Blok O A9 Nomor 20 RT 014 RW 003 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta dengan luas tanah 132 meter persegi dan luas bangunan 156 meter persegi senilai Rp.1.732.400.000.


Terakhir, satu rumah di Kavling Blok O A9 Nomor 21-22 RT 014 RW 003 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta dengan luas tanah 120 meter persegi dan luas bangunan 276 meter persegi dengan nilai Rp.2.000.300.000.


Majelis menilai perbuatan terdakwa bersama dua terdakwa lain yakni Ali Takwin Muktar dan Wiarso Joko Pranolo telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.


Usai pembacaan vonis, tiga terdakwa langsung menyatakan menerima. Sedangkan JPU kejari Serang AR Kartono menyatakan pikir-pikir. Kemudian, tak berselang lama Project Manager PT Tidar Sejahtera Wiarso Joko Pranolo didudukan kursi panas Pengadilan Negeri (PN) Serang.


Sama halnya dengan Ahmad Gunawan, Wiarso diganjar pidana penjara selama 15 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Oleh hakim, Wiarso tidak dijatuhi pidana berupa uang pengganti karena dianggap tidak menikmati kerugian negara. “Menerima,” ujar Wiarso menanggapi vonis tersebut dan ditanggapi JPU dengan pikir-pikir. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook