Wali Murid "Serbu" Dindikbud

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 26 Juni 2018 - 15:37:11 WIB   |  dibaca: 445 kali
Wali Murid "Serbu" Dindikbud

DEMI ANAK : Ratusan orangtua siswa mendatangi kantor Dindikbud Banten di KP3B, Kota Serang, untuk memperbaiki data pendaftran PPBD, Senin (25/6). Mereka rela silih berganti antre agar bisa memperbaiki data seperti salah alamat rumah dan pindah zona.

SERANG - Ratusan orangtua atau wali murid ramai-ramai mendatangi kantor pos pengaduan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten yang terletak di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (26/5). Mereka datang lantaran kesulitan mengakses pendaftaran PPDB (penerimaan peserta didik baru) tingkat SLTA secara online. Orang tua siswa juga mengaku kecewa, kerepotan, dan kesal lantaran sudah tiga hari ini aplikasi website PPDB masih saja error, dan tidak kunjung membaik.


“Error (jaringan website), kalau memang tidak siap di sini, punya link masing-masing di sekolah dan daftar di sekolah. Jadi enggak numpuk di sini,” ujar warga Kota Serang yang tidak mau disebutkan namanya, di pos pengaduan PPDB yang berada di kantor Dindikbud Banten.


Ia datang untuk mempertanyakan passing grade (batas minimal acuan nilai) sekolah tempat anaknya mendaftar. Bukannya mendapat jawaban, ia mengaku malah kena ping pong pihak sekolah dan Dindikbud. “Sampai sekarang kita belum tahu passing grade-nya berapa, anak kita diterima atau tidak. Terus mau gimana? Apa solusinya? Saya mengadu ke sini sudah dua kali, mau nanya ke siapa, enggak pada tahu,” cetusnya kesal.


Ibu paruh baya ini hanya bisa mengela nafas kesal dan terus meluapkan kekesalannya. “Masuk di akal enggak? Orang mau kawinan saja bentuk panitia. Ini kamu bagian belanja, bagian masak, bagian ini dan itu. Masa acara sebesar ini enggak ada yang tahu. Bohong kan?,” celetuknya.


Ia mengaku belum mendapat kepastian dari pihak terkait. Padahal, ia sudah lama menunggu hingga terganggu aktivitas kesehariannya. “Anak saya enggak satu, banyak yang harus diurusi. Suami saya mau kerja. Masa mikirin ini mulu bermalam-malam,” ujarnya.


Kekesalan sama juga dilontakan wali murid yang merupakan warga Cikeusal, Kabupaten Serang. Perempuan yang juga enggan disebutkan namanya juga mengaku tidak bisa masuk saat mendaftarkan anaknya via online. “Kita kan dari kabupaten, ketik kota saja tidak bisa. Yang kedua, ini anak saya kan mau ke SMK, tapi dipersulit lagi di sananya. Harus suruh ke sini (Dindikbud) dulu,” akunya.


Karena jaringan yang eror terus, ia mengusulkan agar PPDB dikembalikan dengan sistem manual. Kecuali, ada kepastian dari pihak yang bertanggungjawab atas kelangsungan tersebut. “Jadi dengan online kita ini susah dan repot. Sudah lah manual saja,” ujarnya.


Ketua PPDB Banten Joko Waluyo tidak mengelak dua hari ini ada kendala teknis. Namun, ia mengklaim jika sekarang sudah kembali normal. “Insya Allah sekarang (kemerin) lancar-lancar. Untuk posisi pendaftar saat ini sudah mencapai 100 ribu lebih," katanya dijumpai di halaman Pendopo Gubernur Banten.


Sekretaris Dindikbud Banten ini enggan menjelaskan masalah tersebut. Ia berdalih persoalan teknis terkait informasi teknologi (IT) bukan kewenangan Dindikbud. “Persoalan teknis itu bukan kapasitas saja untuk menjawab,” singkatnya.


Ia mengaku segera melakukan evaluasi. “Pasti dievaluasi, kan ini banyak perubahan dari sistem tahun lalu. Karena aspek teknologi, pengorganisiran kegiatan itulah hal yang akan diperbaiki. Kalau selama ini kita sudah optimasi,” ujarnya.


Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP) pada Dindikbud Banten Teddy Rukman menambahkan, banyaknya orang tua calon siswa yang mendatangi Dindikbud untuk melakukan perbaikan. Terlebih, saat mendaftar banyak kesalahan yang dilakukan. "Kayak salah klik harusnya Kota Serang malah masuk Kabupaten Serang. Begitu dicari otomatis kecamatannya Anyer, ya iya lah salah. Makanya mereka ke sini (pos pengaduan Dindikbud) mau me-reset itu," katanya.


"Sebenarnya kan itu di web sudah jelas ada SMA, yah klik SMA. Yang mau ke SMK yah klik SMK. Aplikasinya kan yang ngatur sistem. Kalau salah klik yang sudah ke record enggak bisa diulang. Kalaupun mau dihapus dulu, baru bisa daftar lagi," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfotiksan) Provinsi Banten Komari yang ditemui di pusat server PPDB online enggan memberikan komentar. Ia meminta kepada awak media untuk meminta penjelasan kepada Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Amal Hariawan Budhi.


Saat dikonfirmasi, Amal mengatakan bahwa tidak ada (sistem) yang error. Hanya saja, permasalahan timbul karena ada perubahan protokol akses dengan menggunakan security (pengamanan) sistem. “Awalnya tidak menggunakan security sistem, kemudian kita menggunakan security sistem sehingga itu sempat stag,” katanya.


Di luar dugaan, lanjut Amal, terjadi lonjakan login hingga 13 juta permintaan pada awal pendaftaran dibuka. “Itu di luar dugaan kami sehingga ada perbandingan satu banding lima. Jadi satu bisa masuk,n lima tertolak, dan yang tertolak itu lah muncul bahasa error,” paparnya.


Kata dia, dari sistem, aplikasi tidak ada masalah. Namun, Amal tidak mengelak jika persiapan PPDB onlien tidak maksimal. “Itu (persiapan) kita akui ada satu hal yang sangat spesifikasi tidak diantisipasi. Terutama masalah banyaknya (yang masuk login),” ujarnya. (rahmat/rbnn)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook