Simulasi Bencana Rp 10 Miliar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 27 Juni 2018 - 11:41:58 WIB   |  dibaca: 290 kali
Simulasi Bencana Rp 10 Miliar

TINJAU LOKASI : Pejabat BNPB meninjau lokasi ardex di kawasan industri Krakatau Steel, Selasa (26/6).

CILEGON - Indonesia akan menjadi tuan rumah ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX) atau simulasi penanggulangan bencana tingkat Asia Tenggara. Pada 2018 ini, Kota Cilegon dipilih Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI sebagai lokasi Ardex. BNPB sendiri menyiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk simulasi penyelamatan saat bencana ini.

Direktur Perbaikan Darurat BNPB, Medi Herlianto mengatakan, Ardex merupakan hajat bersama negara-negara ASEAN untuk simulasi penyelamatan saat bencana terjadi. Kota Cilegon dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Ardex lantaran potensi bencana di Kota Cilegon cukup besar. "Ditambah lagi, dengan banyaknya Industri, potensi bencana industri juga ada," kata Medi saat ditemui Banten Raya di Kawasan Industri Krakatau Steel, Selasa (26/6).

Medi menjelaskan, lokasi yang akan digunakan untuk pelatihan Ardex berada di dekat pantai yang masuk dalam Kawasan Industri Krakatau Steel, sehingga simulasi penanggulangan bencana tersebut akan lengkap, karena ada simulasi bencana di darat, laut dan bencana industri. "Ini baru pertama kali Ardex memadukan dengan simulasi bencana industri," jelasnya.

10 negara di ASEAN, tambah Medi, akan hadir di Cilegon saat penyelenggaraan Ardex pada 3 sampai 10 November 2018. Dengan adanya simulasi tersebut, pemerintah daerah dan warga Cilegon sangat diuntungkan.

Pasalnya, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana akan lebih matang daripada daerah lain. "Selain itu, dengan hadirnya kunjungan para petugas penanggulangan bencana dari negara-negara ASEAN tentu akan berdampak pada perekonomian maupun pariwisata di Cilegon dan sekitarnya," tambahnya.


Medi menjelaskan, dalam Ardex nanti, selain pemerintah pusat dan pemerintah daerah, masyarakat juga akan terlibat. Pihaknya saat ini sudah mulai menyiapkan infrastruktur untuk penyelenggaraan Ardex ini. "Kami juga menganggarkan sebesar Rp 10 miliar untuk Ardex ini, dibantu juga dari pemda sepeti BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Cilegon dan pihak swasata," jelasnya.


Diterangkan Medi, Cilegon letak geografisnya berada di bibir Selat Sunda. Dimana, lokasi tersebut merupakan wilayah berpotensi bencana gempa bumi dan tsunami. Wilayah Indonesia di yang rawan bencana gempa dan tsunami sendiri terbentang dari Pantai Barat Sumatera sampai Selatan Jawa. "Cilegon masuk dalam wilayah itu, ditambah lagi banyaknya industri kimia yang berpotensi menimbulkan bencana industri. Potensi gempa di Cilegon sendiri bisa mencapai 8,2 skala richter," terangnya.


Medi mengatakan, Ardex tersebut bukan sekedar simulasi, melainkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Peserta Ardex selain dari 10 negara anggota ASEAN juga akan ada perwakilan dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). "Ardex ini diselenggarakan dua tahun sekali. Penyelenggaranya secara bergiliran antara anggota negara-negara ASEAN," katanya.


Ditemui di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid)  Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kota Cilegon Ubaidillah mengatakan, pihaknya menyambut baik dipilihnya Kota Cilegon sebagai tuan rumah Ardex.

Awalnya, pihaknya menawarkan tiga pilihan tempat untuk Ardex, yakni di Kawasan Industri Krakatau Steel, Pelabuhan Indah Kiat, dan Kawasan Industri Chandra Asri, namun BNPB memilih di Kawasan Industri Krakatau Steel."Kami juga dilibatkan dalam persiapan. Hari ini (kemarin -red) kami sudah cek lokasi dan mulai mempersiapkan infrastruktur," ucapnya. (gillang)

 

 

 

 


Peninjauan lokasi ardex di Kawasan Industri Krakatau Steel yang dilakukan oleh BNPB dan stakeholder lain, Selasa (26/6).
Ainul Gillang / Banten Raya

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook