Harga Cabai Melonjak Naik

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 27 Juni 2018 - 11:50:33 WIB   |  dibaca: 247 kali
Harga Cabai Melonjak Naik

HARGA CABAI NAIK : Cabai merah dijajakan di salah satu sudut Pasar Blok F, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, kemarin. Harga cabai rawait merah mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni mencapai Rp 7.000 per kilogramnya

CILEGON – Beberapa komoditas seperti daging dan ayam berangsur mengalami penurunan harga pasca lebaran idul fitri 2018. Namun, berbeda dengan beberapa komoditas bumbu dapur, khususnya cabai rawit merah yang mengalami lonjakan harga dari Rp 40 mencapai Rp 47 ribu perkilogram di Pasar Keranggot, Kelurahan Sukmajaya. Lonjakan tersebut disinyalir karena permintaan banyak dan kelangkaan barang di pasar.


Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Keranggot Aceng Syarifudin mengatakan, dalam sepekan harga yang berangsur naik adalah bebeapa bunbu dapur seperti cabai merah biasa yang naik Rp 1.000 dari Rp 30 ribu menjadi Rp 31 ribu perkilogram, bawang merah dari Rp 31 ribu menjadi Rp 32 ribu perkilogram.

Sementara untuk cabai rawit merah adalah komoditas yang paling melonjak mencapai Rp 47 ribu dari harga sebelumnya Rp 40 ribu perkilogram. "Kemarin harganya masih Rp 40 ribu perkilogramnya. Namun, perhari ini naik Rp 7.000 perkilogram. Mungkin karena barangnya sedikit sementara permintaan banyak makanya harga menjadi mahal. Beberapa komoditas dapur lainnya juga sama mengalami kenaikan seperti bawang merah dan cabai merah biasa," katanya kepada Banten Raya, Selasa (26/6).

Aceng menambahkan, hanya 3 komoditas tersebut yang mengalami kenaikan sementara harga lainnya masih tetap stabil. Bahkan, beberapa diantaranya yang pekan lalu pasca lebaran harganya melambung tinggi sekarang mengalami penurunan, seperti daging sapi, ayam dan telur.

 "Kalau pas menjelang lebaran semuanya harga naik. Terutama daging dari Rp 110 ribu menjadi Rp 150 ribu perkilogram, Ayam perekor Rp 25 menjadi 35 ribu dan telur Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu perkilogram. Namun, jika menjelang lebaran maka normal saja karena ada hukum ekonomi, sekarang ini maah bumbu yang mulai naik," tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Keranggot Muhibin menjelaskan, permintaan banyak tersebut dipicu oleh banyaknya warga di Kota Cilegon yang sedang melakukan hajatan seperti pernikahan, sunatan dan juga selametan haji ditambah kelangkaan juga di pasar maka mulai mahal. Namun, untuk daging dan ayam meskipun permintaan banyak barang juga masih cukup banyak dipasar.

 "Kebiasaan pada saat syawal banyak orang yang melakukan selametan maka banyak permintaan. Daging juga baru mulai turun pada minggu (Pekan-red) ini. Pada pekan sebelumnya masih Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu, begitu juga ayam. Namun, karena sekarang stoknya ada dan banyak maka harganya mulai stabil. Sementara untuk bumbu dapur karena mungkin cuaca maka persediaanya sedikit," jelasnya. (uri)   

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook