BEI Banten Dorong Masyarakat Jadi Investor

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Rabu, 27 Juni 2018 - 12:23:24 WIB   |  dibaca: 694 kali
BEI Banten Dorong Masyarakat Jadi Investor

JUMPA PERS : Kepala BEI Kantor Perwakilan Banten Fadly Fatah memberikan keterangan kepada wartawan usai halal bihalal, di Kota Serang, Selasa (26/6).

SERANG - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Banten terus mendorong masyarakat Banten untuk menjadi investor pasar modal, melalui gerakan program Yuk Nabung Saham.

Kepala BEI Kantor Perwakilan Banten Fadly Fatah mengungkapkan, Melalui program ini diharapkan dapat meningkatan jumlah investor lokal di Banten dan menjadi fasilitas yang mudah bagi masyarakat dalam membeli saham.


“Program Yuk Nabung saham ini merupakan program nasional untuk menyadarkan masyarakat, supaya merubah prilakunya dari pola kunsumtif menjadi pola investasi,” ujar Fadly Fatah kepada Banten Raya usai halal bihalal disalah satu rumah makan di Kota Serang, Selasa (26/6).


Menurut Fadly, program Yuk Nabung Saham sama halnya seperti menabung uang di bank, namun yang membedakannya yaitu uang yang ditabung akan dibelikan saham. Dalam pemilihan sahamnya sendiri dapat  ditentukan oleh penabung/masyarakat ataupun dari pihak sekuritasnya tetapi atas persetujuan penabung.


“Kenapa kata-kata menabung kita pinjam dari dari kata dasar yang biasanya ada di perbankan, karena kata itu sudah familiar di masyarakat. Sebab kalau kita pilih istilah investasi konotasinya sudah negatif, masyarakat sudah duluan berfikir bodong dan lain sebagainya terkiat investasi,” katanya.


“Kita pake istilah Yuk Nabung Saham ini supaya masyarakat juga bisa awareness (kesadaran), oh ternyata saham itu bisa ditabung juga. tidak melulu trading saja, tidak melululu spekulan aja yang ada disitu. Ternyata saham itu bisa diperlakukan secara jangka panjang. Karena ternyata saat kita beli saham, tidak hanya kepemilikan terhadap perusahaan. Beli saham ya berarti berarti beli perusahaan tersebut,” sambung  Fadly.


Pihanya menuturkan, sejak program Yuk Nabung Saham ini dicanangkan di Provinsi Banten, jumlah masyarakat yang ikut nabung saham terus meningkat.“Dari November 2015 sampai dengan saat ini jumlahny (penabung saham) siginifkan mas. Sebelum tahun 2015 itu kalau saya gak salah datanya cuma sekitar 300.000 investor, sekarang sudah jadi 700.000 investor lokal yang ke pasar modal,” katanya.


Fadly menambahkan, nabung saham di pasar modal tidak hanya diperuntuhan bagi masyarakat dengan berpenghasilan mengah atas, tapi juga semua lapisan masyarakat dari mengah kebawah hingga lapisan masyarakat kelas atas.


“Program Yuk Nabung Saham ini bukan hanya untuk kalangan mengah atas saja, karena di pasar modal itu negara memberikan kesempatan seluasnya kepada masyarakat supaya tercipta demokrasi ekonomi, dimana masyarakat juga ikut memiliki atau menikmati keuntungan yang dihasilkan perusahan-perusahaan besar yang ada di negara kita, yang sudah bersifat terbuka dan isting di Bursa Efek Indonesia,” katanya.


Adapun salah satu strategi BEI Banten meningkatkan masyarakat ikut menabung saham di pasar modal, pihaknya menyediakan program khusus berupa sekolah pasar modal secara gratis bagi masyarakat umum. Selain itu, BEI Banten juga memberikan pelatihan saham in house untuk perusahaan, kantor dan komunitas.


“Sebenarnya pesan yang ingin kita sampaikan beli saham itu jangka panjang, karena kalau fundamental emitennya bagus, perusahaan itu akan memberikan tingkat keuntungan yang cukup menjanjikan.

Kita tahun ada emitan yang menghasilkan keuntungan sampai 1000 persen, mungkin kita tahu perusahaan Mayora ada yang bisa sampai 11.000 persen, Unilever sekitar 10.000 persen lebih. Nah itu yang ingin kita sampaikan ke masyarakat, bahwa ada loh perusahaan seperti ini yang menjanjikan, yang kalau sadar setiap hari produknya kita pakai,” katanya.


“Cuma masyarakat tahunya sekarang cuma jadi konsumennya, tidak tahu kalau perusahaan tersebut bisa dimiliki dengan modal terbatas atau modal-modal minim melalui pasar modal dengan hanya 100 lembar. Berapa modal yang dibutuhkan dan tinggal dikali saja dengan harga sahamnya,” tutup Fadly. (ismet)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook