Sidak Dukcapil, Warga Ngadu Soal Antrean

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 27 Juni 2018 - 15:29:38 WIB   |  dibaca: 404 kali
Sidak Dukcapil, Warga Ngadu Soal Antrean

JADI PRIORITAS : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah menyapa warga yang sedang antre untuk membuat KTP elektronik, kemarin.

SERANG - Bupati Serang Rt Tatu Chasanah melakukan inspeksi mendadak ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang untuk melihat pelayanan secara langsung di sana, Selasa (26/6). Kedatangan Tatu mengejutkan masyarakat yang tengah antre.


Beberapa dari mereka kemudian tidak sungkan mengadukan permasalahan pelayanan di dinas yang berada di jalan Serang-Cilegon tersebut. Salah satunya adalah soal antrean yang sangat terbatas.

Sukiman, warga Kecamatan Baros misalnya mengaku harus dua kali datang ke Disdukcapil karena kehabisan antrean. "Pas pertama saya datang siang, jam 12. Enggak kebagian antrean. Sekarang dateng pagi-pagi, dapat nomor 68," kata pria yang mengantarkan anaknya untuk membuat KTP elektronik tersebut.


Pria asal Baros tersebut mengaku sudah ke kantor kecamatan Baros untuk melakukan perekaman KTPE anaknya, tapi oleh pemerintah kecamatan langsung diarahkan ke disdukcapil. "Mestinya sih di kantor kecamatan aja, gak harus ke sini. Gak tau (kenapa), katanya sih alatnya rusak," katanya.


Sahrudin, warga Kampung Puyuh Koneng, Desa Kencana Harapang, Kecamatan Lebak Wangi mengaku, tidak melakukan perekaman KTPel di kantor kecamatan karena sudah dua kali datang kecamatan alat perekamnya error. “Katanya kan bisa rekaman di kecamatan, tapi dua kali ke kecamatan error terus, makanya maksain diri datang ke sini (disdukcapil-red),” kata Sahrudin.


Ia mengungkapkan, warga yang datang ke kecamatan untuk melakukan perekaman cukup banyak dan harus menunggu berjam-jam. “Ada yang bisa rekaman di kecamatan, tapi harus nunggu lama biar alatnya enggak error. Jadi di kecamatan enggak bisa rekaman, pas datang ke sini nomor antreannya habis. Kata petugasnya disuruh ke sini lagi hari Senin. Tadi (kemarin-red) petugasnya bilang antreannya sampai nomor 100 doang,” ujar pria yang datang pukul 07.30 WIB itu.


Bupati kemudian melakukan pertemuan dengan Kepala Disdukcapil Asep Saepudin Mustopa beserta jajarannya selama sekitar satu jam.Usai pertemuan, Tatu menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan menjadi prioritas pihaknya. Ia menyarankan disdukcapil untuk mengubah sistem antrean.

Saat ini, sistem antrean di disdukcapil menggunakan kuota. Satu hari hanya 100-150 nomor antrean yang dibagikan dengan catatan sistem berjalan mulus. Bupati kemudian meminta agar antrean dibagikan sampai nomor berikutnya, hanya saja diberi kepastian kapan nomor antrean itu bisa mendapatkan pelayanan.


"Tadinya disetop dulu (sampai 100) karena (disdukcapil) ingin menyelesaikan per minggu perekaman KTP. Tapi menurut saya buka saja. Jangan sampai yang hadir tidak ada kepastian nomor antrean. Kalau sudah dapat nomor antrean jadi warga datang lagi ke sini tanggal segini," katanya.


Kamis ini, Tatu langsung memanggil seluruh camat di Kabupaten Serang untuk mendata ulang alat perekaman KTPE. "Mana kecamatan yang tidak punya persoalan dengan jaringan. Peralatannya dicek gimana. Saya instruksikan wajib diselesaikan di kecamatan," katanya.


Mestinya, lanjut politisi Golkar ini, alat perekaman KTP di kecamatan bisa berjalan dengan normal. "Kita alat perekaman itu kan dikasih APBN. Sebagian besar rusak. Kemudian kita beli. Kita belanja. Semua kecamatan beli lagi kita drop lagi. Nah kita akan cek lagi.

Soalnya ada camat yang nyebut alat perekaman rusak. Nah ini yang dimaksud rusak itu punya APBD atau APBN. Kalau punya APBD lihat waktunya bener gak rusak. Kalau kurang apik kita tegur lah.

Kalau dari APBN rusak, ya karena kan alat elektronik ada umur teknisnya," katanya.Selain itu, pihaknya juga akan mempercepat pembentukan UPT Disdukcapil yang akan ditempatkan di 17 titik di Kabupaten Serang untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat. (fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook