Ayah Ajak Anak Curi Mobil

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 27 Juni 2018 - 15:31:01 WIB   |  dibaca: 778 kali
Ayah Ajak Anak Curi Mobil

DIBEKUK : Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono (tengah) didampingi Wakapolres Pandeglang, Kompol Maya Gent Hitijahubessy (kanan), dan Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Oka Nurmulia Hayatman (kiri) memperlihatkan barang bukti perkara kasus pencurian mobil yang dilakukan ayah dan anak, Selasa (26/6).

PANDEGLANG - Perbuatan Ujang Wandi (53), tidak patut dicontoh. Warga Kampung Pinang, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang ini bersama anaknya, Agus Sumardi (37) ditangkap jajaran Satreskrim Polres Pandeglang, Jumat (22/6) siang, karena diduga mencuri mobil Mitsubishi L300 A 8718 KF milik Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang.


Data yang dihimpun Banten Raya, kedua tersangka ditangkap pihak kepolisian di Kampung Cibunar, Desa Bulakan, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak sekitar pukul 13.30 siang. Saat penggerebekan, kedua pelaku sedang mengganti kunci kontak mobil, dan berencana mengecat ulang kendaraan itu untuk menghilangkan jejak. Kemudian, pelaku dibawa petugas ke Mapolres Pandeglang untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan kasusnya.


Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono menegaskan, penangkapan kedua tersangka itu, berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan di lapangan. Mereka ditangkap setelah polisi melakukan pemetaan terhadap residivis pelaku curanmor. "Pelaku ini merupakan residivis. Bapak sama anak ini pemain lama, sebelumnya sudah pernah diproses dengan kasus yang sama," tegas kapolres saat gelar perkara di Mapolres Pandeglang, Selasa (26/6).


Kapolres menyebutkan, kedua tersangka melakukan aksinya pada Selasa (20/6) sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu, mobil kendaraan dinas jenis bak terbuka berwarna hitam itu sedang diparkir di pinggir jalan Kampung Cibungur Masjid, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi.


Dari hasil penyelidikan, kata kapolres, modus operandi yang dilakukan tersangka Ujang, dengan cara merusak bagian kunci kendaraan. "Tersangka merusak kunci pintu, dan kunci kontak menggunakan obeng," jelasnya.


Ujang mengakui perbuatannya, bahkan dia mengaku sudah dua kali melakukan aksi pencurian kendaraan roda empat bersama anaknya.Ia mengaku, terpaksa melakukan perbuatan yang melanggar hukum itu karena terhimpit ekonomi. "Baru dua kali (mencuri-red). Uangnya buat kebutuhan sehari-hari saja," kata Ujang.


Dalam aksinya, Ujang hanya butuh waktu beberapa menit untuk membawa kabur kendaraan yang sudah diincar saat terparkir di pinggir jalan itu. Namun, dia membantah aksi pencurian itu dilakukan secara terencana. "Saya melakukan aksi dalam waktu sekitar 10 menit. Tapi saya tidak mengintai, hanya mendadak, tiba-tiba, tidak ada niat sebelumnya. Itu cuma pas lagi butuh uang saja," kilah kakek dua orang cucu ini.


Ia juga mengaku, tidak berencana melibatkan sang anak. "Enggak ada niat libatkan anak, dia hanya mengantar saya saja," ujarnya.Dia berencana menjual kendaraan hasil curian itu. Namun sayang, sebelum bertemu dengan pembeli, dia bersama anak sulungnya harus ditangkap pihak kepolisian. "Tadinya mau dijual kalau ada yang mau beli. Saya belum dapat pembelinya, baru mau diganti kunci dan warna mobil," ungkapnya seraya memperkirakan harga jual mobil itu sekitar Rp 10 juta.


Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Oka Nurmulia Hayatman menuturkan, akan terus melakukan pendalaman terhadap dugaan jaringan pencurian kendaraan bak terbuka itu. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). "Masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk ancaman hukuman kedua pelaku itu paling lama lima tahun penjara," tuturnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook