Asing Pantau Khusus TPS Calon

nurul roudhoh   |   Politik  |   Rabu, 27 Juni 2018 - 15:42:04 WIB   |  dibaca: 677 kali
Asing Pantau Khusus TPS Calon

AGAR MENARIK : Anas Sahidi (kanan) dibantu Royani, anggota KPPS TPS 21 Kampung Pamarican RT 03 RW 13, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, menghias Tp yang akan dipantau oleh asing tersebut, Selasa (26/6).

SERANG – Enam dari 966 tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Serang akan dipantau oleh pemantau asing yang berasal dari 13 negara. Keenam TPS tersebut tersebar di Kecamatan Kasemen, Serang, dan Cipocok Jaya.


Komisioner KPU Kota Serang M Hopip mengatakan bahwa terdapat 39 pemantau asing dari 13 negara yang akan memantau jalannya pemungutan dan penghitungan suara di Kota Serang pada Pilkada Kota Serang tahun 2018 ini.

Mereka antara lain akan memantau TPS yang berada di dekat Masjid Agung Banten Lama, Kampung Bugis Karangantu, Kampung Pamarican, Lembaga Pemasyarakatan Serang, dan sejumlah TPS yang berdekatan dengan para pasangan calon. “Mereka akan langsung memantau sejak pagi,” kata Hopi saat konferensi pers mengenai kesiapan PU Kota Serang dalam Pilkada Kota Serang tahun 2018 di kantor KPU Kota Serang Bunderan Ciceri, Selasa (26/6).


Hopip mengungkapkan bahwa untuk alasan khusus mengapa TPS-TPS tersebut yang dipantau ia mengaku tidak mengetahui detailnya karena para pemantau asing itu direkomendasikan oleh Panwaslu.

Namun dari informasi yang ia dapatkan tentang TPS yang berada di Banten Lama mereka ingin mengetahui bagaimana kenadziran yang merupakan perwakilan dari Kesultanan Banten memilih. Selain itu untuk di Pamarican mereka ingin mengetahui bagaimana komunitas Tionghoa dalam melakukan pemilihan.“Kita berharap semua berjalan lancar,” katanya.


Sementara itu Badan Pengawas Pemilu Provinsi Banten merilis bahwa total ada 12 TPS di Tangerang dan Kota Serang yang dipantau oleh 13 negara asing saat proses pemungutan suara. Adapun ke 13 negara yang akan berpartisipasi adalah Timor Leste, Thailand dan Myanmar. Kemudian Korea Selatan, Filipina, Sri Langka, Kamboja, Swiss, Australia, India, Maladewa, Nepal dan Mesir.


Mereka yang ikut rombongan adalah penyelenggara pemilu dan peggiat pemilu serta perwakilan kedutaan besar negara masing-masing yang berjumlah 39 orang. Untuk  titik pemantauan sendiri berjumlah 12 akan dibagi masing-masing sebanyak enam TPS untuk dua daerah.


Enam TPS di Kota Tangerang yang dipantau asing dipusatkan di Kelurahan Penunggangan, Kecamatan Pinang. Ada lima TPS yang akan dikunjungi yaitu TPS 1 dan 2 RT 01/02, TPS 3 RT 03/02, TPS 2 RT 03/01 dan RT 04/01. Satu TPS lagi yang akan dipantau adalah TPS 65 Lapas Wanita dan Anak.


Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudi mengatakan, program serupa juga pernah dilakukan oleh KPU RI pada Pilkada Serentak 2015. Saat itu Pilkada Kota Tangsel yang dipilih.
“Banten menjadi salah satu wilayah percontohan. Ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa.masyarakat Banten adalah masyarakat yang cinta damai. Pemilu bukan penyebab konflik antarmasyarakat,” ujarnya, kemarin.


Terkait persiapan pemilihan Komisioner KPU Kota Serang Fierly Murdlyat Mabrurri mengklaim bahwa seluruh TPS yang ada di Kota Serang sudah siap melaksanakan pemungutan suara pada hari ini. Distribusi logistik berupa surat suara dan bilik suara sudah dilakukan sejak kemarin dan ditargetkan sampai ke masing-masing TPS pada Selasa (26/6) malam.“Surat suara yang beredar besok (hari ini-red) sebanyak 433.087 lembar. Sementara 2.000 surat suara ada di KPU untuk kepentingan PSU (pemungutan suara ulang-red),” katanya.


Untuk memenuhi keinginan masyarakat akan informasi cepat KPU Kota Serang juga akan melakukan penghitungan cepat hari ini mulai pukul 16.00 sampai dengan Kamis pukul 02.00 dini hari di hotel Horison Ultima Ratu Serang. Proses penghitungan cepat ini berdasarkan form C1 yang dikirimkan oleh KPPS secara berjenjang ke PPS lalu PPK dan langsung ke lokasi di mana penghitungan cepat dilakukan.

Sementara khusus untuk Kecamatan Serang yang jumlah TPS-nya paling besar yaitu sebanyak 344 TPS proses penyerahan formulir C1 dilakukan langsung dari KPPS ke tempat hitung cepat.“Tapi hasil Situng (hitung cepat-red) bukan merupakan hasil resmi perolehan suara karena kalau itu akan dilakukan di rapat pleno KPU,” katanya.


Anas Sahidi, anggota KPPS TPS 21 Kampung Pamarican RT 03 RW 13, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, mengatakan tidak ada persiapan khusus menyambut pemantau asing yang akan memantau TPS-nya itu. Hanya saja ia menghias TPS agar terlihat lebih indah sehingga para pemantau itu akan mendapatkan kesan yang baik. “Intinya gimana tamu supaya puas. Yang kebawa bagus kan bukan hanya TPS ini saja tapi juga Desa Banten,” katanya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook