Istana Taman Cadas Diduga Ilegal

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 28 Juni 2018 - 15:05:27 WIB   |  dibaca: 2139 kali
Istana Taman Cadas Diduga Ilegal

DIDUGA ILEGAL : Warga berdatangan untuk melihat Taman Istana Cadas yang berada di perbatasan Lingkungan Tamiyang, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil dan Desa Batukuda, Kecamatan Mancak, Serang.

CILEGON - Istana Taman Cadas atau banyak dikenal warga sebagai Istana Pasir yang sedang di bangun di sekitar Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon diduga ilegal. Pasalnya, perizinan pembangunan wahana rekreasi tersebut belum diterbitkan oleh Dinas Penanaman dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang.


 Meski lokasi pembangunan tersebut di sisi JLS Kota Cilegon, namun area wahana rekreasi masuk dalam wilayah Desa Batukuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang. Wilayah Kota Cilegon hanya bagian akses jalan masuk dan bagian depan saja. Meski diduga belum mengantongi perizinan, pengunjung proyek wahana rekreasi Istana Taman Cadas tersebut terpantau sudah membludak, Rabu (27/6).

Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Serang, Wawan Ikhwanudin mengatakan, pihaknya belum mengeluarkan perizinan proyek wahana rekreasi Taman Istana Cadas yang berada di wilayah Desa Batukuda, Kecamatan Mancak. Sehingga, proyek tersebut juga sebaiknya tidak dikerjakan terlebih dahulu. "Seharusnya pengerjaan setelah izin keluar. Kami belum merasa mengeluarkan izin," kata Wawan kepada Banten Raya, kemarin.


Wawan menjelaskan, jikapun izin awalnya bukan perizinan tempat rekreasi seharusnya perizinan diperbaiki. Bisa saja saja, perizinannya yang dulu adalah pertambangan pasir, namun harus ada proses perbaikan izin. "Karena baik izin lokasi, izin Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan yang lainnya itu harus dipenuhi dulu," jelasnya.


Menanggapi hal itu, Pemilik Istana Taman Cadas, Bachterra menerangkan, proses perizinan saat ini memang belum keluar, namun sedang dalam proses. Perizinan dilakukan ke dua wilayah yaitu Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.

Hal tersebut lantaran, pada bagian akses masuk wilayahnya Cilegon sementara untuk tempat wahana rekreasi masuk dalam wilayah Kabupaten Serang. "Semua izin sedang diurus sama pegawai saya, tapi kami komitmen menyelesaikan perizinannya," terangnya.


Bachterra memaparkan, luas lahan semua kawasan wahana rekreasi dan perumahan mencapai 20 hektar lebih. Namun, untuk wahana rekreasi lusanya sekitar lima hektar. Istana dan kastil yang sedang dibuat tingginya mencapai 30 meter lebih. "Wahana rekreasi itu nanti ada kastil, waterboom, taman buah, taman burung, dan cafe-cafe," paparnya.


Menurut pria yang biasa disapa Terra ini, pembangunan Istana Taman Cadas tersebut sebetulnya tidak direncanakan. Awalnya, di tempat tersebut merupakan galian pasir. Namun, melihat kondisi bukit yang berundak-undak cukup bagus, sehingga dibuat kastil. Saat ini, bahkan pengunjung sudah membludak. "Sehari hampir dikunjungi 500 orang," tuturnya.


Ditambahkan Terra, galian di Taman Istana Cadas tersebut sudah dilakukan sekitar tiga tahun lalu. Ia menarget, Wahana Rekreasi Taman Istana Cadas selesai pada tahun ini. Namun, Ia juga akan mengembangkan perumahan di sekitar lokasi tersebut. "Kami berharap dengan dibangunnya Wahana Rekreasi akan memberi dampak positif bagi warga di Batukuda Mancak, dan Lebak Denok. Investasi yang telah dikeluarkan untuk pengerukan saja mencapai sekitar Rp 400 juta," tambahnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook