Ratusan Warga Baduy Nolak Nyoblos

nurul roudhoh   |   Politik  |   Kamis, 28 Juni 2018 - 15:47:49 WIB   |  dibaca: 612 kali
Ratusan Warga Baduy Nolak Nyoblos

RANGKASBITUNG - Ratusan warga Suku Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, menolak mencoblos dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lebak 2018 yang digelar kemarin. Warga yang menolak terdiri dari warga Baduy Dalam dan Baduy Luar.

"Warga menolak karena tidak diijinkan oleh kaolotan (sesepuh) dan tidak sesuainya nama dengan surat panggilan," kata Saija, Jaro Desa Kanekes yang ditemui di Kampung Kadu Ketug, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Rabu (27/6).


Saija menjelaskan, warganya menolak mencoblos dengan alasan namanya salah. Nama tidak sesuai dengan nama yang tercantum pada surat panggilan hadir ke TPS. "Sehingga begitu diminta untuk datang pada nolak. Selain itu, banyak juga warga menolak karena pada kolom agama di KTPel-nya yang minta dikosongkan malahan diisi menjadi agama Islam," katanya.


Diungkapkan Saija, permasalahan nama pada daftar pemilih selalu berulang setiap pemilihan. Baik pileg, pilpres maupun pilkada. "Setiap tahun di sensus, di sensus dulu, pendataan baru. Setiap tahun tapi seperti ini. Akhirnya membuat orang menerima undangan males datang karena bukan nama dia," katanya.


Lebih lanjut Saija menjelaskan, selain karena salah nama, di daftar pemilih tetap (DPT) juga masih tercantum nama warga yang sudah meninggal."Untuk mencegah hal sama terulang di pemilu 2019, kami berencana melakukan sensus dan pendataan ulang warga. Bagi nama-nama salah dan sudah meninggal maka kita minta ke disdukcapil untuk dihapus semua, lalu kita ajukan data baru," katanya.


Ditegaskan Saija, selama data lama tidak dihapus dari database utama, kemungkinan kesalahan sama kembali terulang. "Solusinya itu ya harus dihapus dulu semua. Baru buat data baru karena kalau di lapangan ya kita sudah bekerja melakukan sensus," katanya.


Saija menambahkan, antusias warga Baduy pada pilkada ini dapat dikatakan menurun bila dibanding tahun sebelumnya. "Pada pilgub kemarin, tingkat partisipasi di atas 70 persen. Sedangkan di pilkada ini kita belum tahu," katanya.


Ketua PPK Leuwidamar Aef menuturkan, terjadinya kesalahan nama dan kembali munculnya data warga sudah meninggal karena memang datanya dari disdukcapil. "Jadi kita pakai data sesuai dikeluarkan disdukcapil dengan melihat KTP dan kartu keluarga. Bisa jadi kesalahan karena memang yang dicantumkan bukan nama sebenarnya tetapi nama panggilan sehari-hari," katanya.


Sementara itu Saodah, seorang pemilih pemula dari Baduy mengaku, tidak mengalami kesulitan mengikuti pemilihan. "Gak sulit, gampang tinggal coblos doang. Terus cuman ada dua kolom pilihan, jadinya mudah," katanya.


Sementara itu, Panwaslu Kabupaten Lebak memutuskan pemungutan suara ulang di TPS 02, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar. PSU dilakukan karena terjadi selisih pada jumlah data daftar pemilih dengan jumlah hasil penghitungan surat suara sebanyak dua suara. "PSU di TPS 02 atas rekomendasi panwaslu. Dan tadi (kemarin -red) langsung kita cek ke sana untuk mencari titik permasalahannya," kata Komisioner KPU Lebak Sri Astuti Wijaya.


Sri mengungkapkan, permasalahan yang terjadi pada TPS 02 karena tidak sinkronnya jumlah daftar hadir pemilih dengan jumlah hasil penghitungan surat suara. "Ada kelebihan dua surat suara, dimana jumlah daftar hadir tercatat oleh KPPS sebanyak 262 namun jumlah surat suara setelah penghitungan menjadi 264 lembar. Tidak sinkronnya data ini menjadikan pemungutan suara di TPS 02 kemungkinan besar PSU, karena setelah dikroscek berulang-ulang belum ketemu juga dari mana bisa lebih," katanya.


Sri menambahkan, PSU dilaksanakan satu pekan setelah hari H pilkada. "Secara aturan PSU dilaksanakan setelah tujuh hari dari pencoblosan," katanya.Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Panwaslu Lebak Odong Hudori membenarkan, terkait TPS 02 Desa Aweh yang bakal di PSU. "Tapi terkait hal itu, untuk kepastian PSU masih kita kaji dulu karena harus ada alasan yang tepat," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook