Empat Pelaku Terduga Money Politic Diamankan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 28 Juni 2018 - 15:49:37 WIB   |  dibaca: 704 kali
Empat Pelaku Terduga Money Politic Diamankan

SERANG - Tim gabungan dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Serang mengamankan empat warga Kelurahan Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan berinisial RF, MK, MH, dan ER, terkait dugaan money politic menjelang Pilwalkot Serang 2018.


Berdasarkan informasi yang didapat, keempat terduga pelaku money politic tersebut diamankan pada Selasa (27/8) dari rumahnya masing-masing setelah tim Sentra Gakkumdu mendapatkan laporan dari masyarakat. Warga melaporkan bahwa ada orang yang membagi-bagikan uang dalam bentuk pecahan Rp20 ribu, dengan nominal yang bervariatif.


Dari info tersebut, Tim Gakkumdu yang terdiri dari Panwaslu, Kepolisian dan Kejari langsung mendatangi rumah keempatnya dan langsung digiring kantor Panwaslu di kawasan Cinanggung, Sumur Pecung, Kota Serang.


Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah orang yang diduga melakukan politik uang di wilayah Kecamatan Taktakan. Namun dirinya membantah penangkapan itu merupakan Operasi Tangkap Tangan (OTT).


"Itu sekali lagi bukan OTT tapi laporan dari masyarakat ke tim cyber anti politik uang yang sedang melakukan pengawasan. Kami menerima laporan dan kami tindak lanjuti," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Rudi mengaku tidak kesulitan dalam mengamankan orang-orang tersebut. Apalagi dalam laporannya, masyarakat dapat menunjukan bukti-bukti dugaan politik uang tersebut. "Karena dilaporannya sedikit lengkap maka kita tidak lanjuti dan kami tidak begitu menemukan kesulitan untuk membuktikan laporan tersebut," katanya.


Lebih lanjut, Rudi mengungkapkan dalam laporan yang diterima sebelumnya, ada 2 orang yang diamankan. Namun kemungkinan besar jumlah tersebut akan terus bertambah.  "Dilakukan penyelidikan dulu. Yang saya tahu 2 orang, tapi mungkin perkembangan ke sini saya kurang tahu dan belum report. Barang buktinya pecahan Rp10 ribu hingga 20 ribu, belum tau (jumlah uang yang diamankan," ungkapnya.


Rudi menegaskan terduga money politik tersebut masih diperiksa di kantor Panwaslu divisi hukum dan penindakan pelanggaran. "Lagi diklarifikasi dulu, sedang diproses," tegasnya.
Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Richardo Hutasoit enggan memberikan keterangan atas penangkapan terduga money politik. Sebab pihaknya belum mendapatkan pelimpahan dari Sentra Gakkumdu. "Belum, kita tunggu pemeriksaan dari Gakkumdu," katanya singkat.


Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Banten Didih M Sudih menyatakan bahwa secara keseluruhan pelaksanaannya berjalan dengan tertib, aman dan kondusif. "Kesuksesan Pilkada Serentak 2018 di Provinsi Banten juga dirasakan oleh pemantau asing yang berkunjung ke sejumlah TPS di Kota Serang dan Kota Tangerang yang mengikuti Electoral Studies Program yang dikoordinasikan oleh Bawaslu RI," ujarnya.


Meski demikian ada sejumlah laporan dan temuan yang masuk. Misalnya, masih ada laporan warga tidak masuk dalam DPT yang dilaporkan di Kota Serang dan Kabupaten Tangerang. Terdapat ketidakcermatan penyelenggara pemilu dalam hal ini KPPS di TPS 2 di Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak yang berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang.


Selanjutnya terdapat pemilih yang diduga memberikan suara lebih dari satu kali di TPS 8 Desa Cidoko, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang yang berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang.


"TPS yang di Gunung Kaler menjadi perhatian karena seorang pemilih mengambil 8 surat suara. Diduga diperintahkan oleh kepala desa. Ditingkrongin kepala desa. Di video yang direkam pengawas TPS terlihat dia mengambil enam surat. Hasil klarifikasi, yang bersangkutan mengaku mengambil delapan surat suara," ungkapnya.


Adapun temuan lainnya terjadi Kabupaten Lebak. Terdapat pemilih di yang bekerja di sebuah perusahaan di Kabupaten Serang yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya sebagaimana diatur dalam pasal 182 huruf b UU nomor 10 tahun 2016 junto perpres nomor 14 tahun 2018 tentang libur nasional pada hari pemungutan suara. "Ada juga pemilih yang menggunakan KTP berasal dari daerah luar Kabupaten Lebak," paparnya


Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo memantau pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Tangerang. Orang nomor satu di Korps Bhayangkara Banten itu datang ke TPS 31, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan.


Dalam kesempatan itu, kapolda berharap, pilkada di Banten berlangsung dengan lancar, aman dan kondusif. "Semoga kita dapat bekerja dengan baik dan pilkada di Kabupaten Tangerang berlangsung dengan lancar, aman dan kondusif," tegas Listio.Sebelum kapolda datang, Penjabat Bupati Tangerang Komarudin, sudah menyalurkan hak suaranya di TPS 31. Komarudin datang ke TPS pukul 09.00 WIB. (darjat/dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook