Syafrudin-Subadri Unggul 1,19 Persen

nurul roudhoh   |   Politik  |   Kamis, 28 Juni 2018 - 15:53:18 WIB   |  dibaca: 616 kali
Syafrudin-Subadri Unggul 1,19 Persen

Calon walikota serang nomor urut 3 memberikan hak suaranya, kemarin.

SERANG - Lembaga Survei Kebijakan Publik (LSKP) yang merupakan jaringan dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil hitung cepat (quick count) Pilkada Kota Serang tahun 2018 di Le Dian Hotel, Rabu (27/6). Hasil quick count menunjukkan pasangan calon nomor urut 3 Syafrudin-Subadri Usuludin unggul tipis dibandingkan pasangan nomor urut 1 yaitu Vera Nurlaela dan Nurhasan.


Peneliti LSKP Zainal Muttaqin mengatakan bahwa meski Syafrudin dan Subadri unggul dibandingkan dengan Vera Nurlaela dan Nurhasan namun selisihnya sangat tipis yaitu sebesar 1,19 persen. Selisih ini masih dalam angka margin error yang ditetapkan LSKP dalam penelitian tersebut. "Karena selisihnya masih di angka margin error maka kami saat ini menunggu hasil yang pasti dari lembaga penyelenggara, yaitu KPU (Komisi Pemilihan Umum)," ujar Zainal.


Zainal mengungkapkan bahwa hitung cepat ini mengambil 220 tempat pemungutan suara (TPS) sebagai sampel dari 966 TPS yang ada. Hasilnya pasangan calon Syafrudin-Subadri Usuludin meraih suara sebesar 36,61 persen, disusul paslon Vera Nurlaela-Nurhasan dengan perolehan suara 35,42 persen, dan pasangan calon Samsul Hidayat-Rohman dengan perolehan suara 27,97 persen.


Distribusi suara pasangan Samsul Hidayat-Rohman paling besar berada di Kecamatan Walantaka, pasangan Vera-Nurhasan paling besar berada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Curug, sedangkan suara Syafrudin-Subadri paling besar berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, dan Kecamatan Taktakan.“Kami tidak menganalisis bagaimana kemenangan paslon nomor 3 (Syafrudin dan Subadri Usuludin-red) karena dalam Pilkada Kota Serang sebelumnya kami belum melakukan survei," ujar Zainal.


Meski demikian, kata Zainal, pihaknya bisa menjamin dan memastikan bahwa data hasil hitung cepat ini merupakan hasil yang sebenar-benarnya yang didapatkan oleh tim LSKP di lapangan dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon yang ada.


Sementara itu, berdasarkan penghitungan menggunakan sistem informasi penghitungan suara (situng) KPU, sampai dengan pukul 21.30 pasangan calon nomor urut tiga yaitu Syafrudin dan Subadri Usuludin unggul dibandingkan dengan pasangan lain. Adapun secara rinci perolehan suara dan persentasenya adalah sebagai berikut. Vera Nurlaela dan Nurhasan 27.729 atau 34,66 persen, Samsul Hidayat dan Rohman 22.669 atau 28,33 persen, dan Syafrudin dan Subadri Usuludin 29.607 atau 37,01 persen.


Meski demikian menurut Komisioner KPU Kota Serang Fierly Murdlyat Mabrurri mengatakan bahwa proses situng terlambat satu jam dari yang seharusnya dimulai pukul 16.00 menjadi pukul 17.00. Bila sampai dengan pukul 02.00 belum selesai maka akan dimatikan dan akan dilanjutkan pada 09.00."Situng hanya sarana untuk memenuhi keinginan publik mengenai perolehan suara tetapi bukan dijadikan patokan karena yang sesungguhnya tetap saat pleno," katanya.


Salah satu tim pemenangan paslon nomor urut 1 Vera  Nurlaela-Nurhasan Nurjaya Ibo mengatakan bahwa berdasarkan hasil real count pihaknya per Rabu (27/6) pukul 21.00 Vera-Nurhasan masih unggul dibanding paslon lain. Ia juga mengaku masih optimis Vera-Nurhasan dapat memenangkan Pilkada Kota Serang.  "Selesai besok real count (hari ini-red)," katanya.
Menurutnya real count dilakukan untuk melihat sejauh mana perolehan suara Vera-Nurhasan. Selain itu juga sebagai data pembanding dengan data real count yang dilakukan KPU Kota Serang yang dilakukan dengan menggunakan situng.


"Kita kan melakukan real count. Kalau quick count kan sumbernya dari  hanya 220 TPS.  Kita lakukan real count, kita akan bandingkan nanti, karena sementara kita menang," ujarnya.
Sementara itu, pasangan calon walikota dan wakil walikota Serang nomor urut 3 Syafrudin dan Subadri Usuludin mengklaim kemenangan. Kemenangan ini didasarkan pada data yang berasal dari formulir C1 yang dipegang oleh saksi pasangan calon yang memiliki moto “Aje Kendor” tersebut.


Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto dalam konferensi pers yang digelar di posko pemenangan paslon nomor 3 di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Cipocok Jaya, Rabu (27/6) mengatakan bahwa meski penetapan pemenangan pilkada secara resmi baru diketahui dan ditetapkan saat rapat pleno KPU Kota Serang namun dari laporan saksi-saksi pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor 3 di setiap TPS bahwa pasangan nomor 3 menang dibandingkan dengan pasangan nomor 1 dan 2.


Meski menang sementara namun ia meminta agar pendukung pasangan Syafrudin dan Subadri tidak memperburuk suasana yang sudah kondusif ini.Calon walikota Serang nomor urut 3 yaitu Syafrudin mengatakan, kemenangan pasangan nomor 3 merupakan kemenangan masyarakat Kota Serang. Karena itu ia mengucapkan terima kasih kepada semua partai pengusung, partai pendukung, relawan, para ulama, khususnya masyarakat Kota Serang yang telah memilih pasangan Syafrudin-Subadri.


Sementara itu, Tb Haerul Jaman dan Vera Nurlaela yang menyalurkan hak pilihnya di TPS 13 Kampung Sayabulu RT 04 RW 07, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, mendatangi TPS dengan berjalan kaki dari rumah mereka di Jalan Sayabulu sekitar 500 kilometer.


Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengatakan bahwa proses pemilihan merupakan proses yang sangat penting untuk memilih pemimpin Kota Serang ke depan. Karena itu ia mengajak warga Kota Serang yang sudah mempunyai hak pilih agar menggunakannya. “Kami harapkan partisipasi pemilih di Kota Srang lebih tinggi dari Pilgub kemarin,” kata Jaman.


Jaman meminta masyarakat terus menjaga kondusifitas situasi dan keamanan di Kota Serang selama Pilkada setentak ini. Tidak hanya itu, seluruh kandidat beserta tim pemenangan juga diharapkan agar menjaga kondusifitas wilayah agar pilkada berjalan secara jujur."Siapapun yang terpilih diharapkan dapat menggunakan amanah warga Kota Serang untuk kesejahteraan masyarakat. Dapat menyerap aspirasi guna diterapkan dalam program-program yang akan dilakukan,” katanya.


Jaman juga berharap siapa pun pasangan calon yang terpilih melanjutkan program-program yang membutuhkan waktu panjang menyelesaikannya, seperti insfrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan isu-isu strategis lainnya di Kota Serang.


Vera Nurlaela berharap partisipasi pemilih tinggi pada Pilkada Kota Serang kali ini dan pasangan nomor urut 1 menjadi pemenang. Ia mengaku tidak menargetkan muluk-muluk yang penting unggul. Ia mengatakan tidak mengharapkan kalah dalam pilkada. “Tapi kalaupun kalah kita legowo,” katanya seraya menambahkan bila menang maka akan melanjutkan kembali program-program yang selama ini sudah dilakukan oleh Walikota Serang Tb Haerul Jaman yang tak lain adalah suaminya.

Syafrudin-Subadri Menang di TPS Nurhasan
Paslon walikota dan wakil walikota Serang dengan nomor urut 3 yaitu Syafrudin-Subadri Usuludin unggul di TPS 11, yang merupakan TPS tempat calon Wakil Walikota Serang nomor urut 1 Nurhasan menyalurkan suara. TPS ini berlokasi di Kompleks Depag, Kelurahan/ Kecamatan Cipocok Jaya


Di TPS tersebut paslon nomor urut 3 Syafrudin-Subadri Usuludin meraih 130 suara, paslon nomor urut 1, Vera Nurlaela-Nurhasan meraih 119 suara, dan paslon nomor urut 2 Samsul Hidayat-Rohman meraih 68 suara. Daftar pemilih tetap di TPS 11 sebanyak 430 orang, yang berpartisipasi sebanyak 330 orang, sedangkan suara tidak sah sebanyak 13 orang.


Kemenangan paslon nomor urut 3 juga diraih di TPS 05 Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, tempat Subadri mencoblos.  Paslon yang diusung, Hanura, PPP, NasDem dan PKS ini mendapatkan suara sebanyak 429, sedangkan Vera-Nurhasan 17 dan Samsul-Rohman 11. Suara sah di TPS tersebut adalah 457 dan suara tidak sah 4 dari DPT sebanyak 513 orang.


Sementara di TPS 13 di mana Vera Nurlaela mencoblos pasangan nomor 1 yaitu Vera Nurlaela dan Nurhasan menang dengan perolehan 181 suara, pasangan nomor dua 35 suara, dan pasangan nomor tiga mendapatkan 81 suara. Suara tidak sah di TPS ini mencapai 6, dan karena itu jumlah surat suara sah dan tidak sah adalah 303.

Sementara daftar pemilih tetapnya 499.“Ada tambahan 12 surat suara adalah mereka yang menggunakan KTP elektronik,” kata MT Suria Mihardja, Ketua KPPS TPS 13, di Kampung Sayabulu RT 04 RW 07, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang.


Sementara itu, pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor urut 2 Samsul-Rohman menang di TPS (tempat pemungutan suara) tempat mereka mencoblos. Calon walikota Samsul menyalurkan hak pilihnya di TPS 03, Kampung Bangkalok, Kelurahan Pasuluhun, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Sedangkan calon wakil walikota Rohman mencoblos di TPS 02 Kelurahan Sepang, Kecamatan Serang.


Diketahui, DPT di TPS 03, tempat Samsul mencoblos berjumlah 376 orang. Di sana, suara  pasangan calon independen ini unggul dengan meraih 246 suara. Pasangan nomor 1 Vera-Nurhasan meraih 85 suara, dan pasangan Syafrudin-Subadri hanya dapat 7 suara. Total suara masuk berjumlah 345, teridir dari suara sah 338, dan suara tidak sah 7 suara.


Sementara itu perolehan suara di TPS 02 Sepang, tempat Rohman mencoblos, pasangan perseorangan ini pun unggul dengan meraih 201 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 1 mendapat 38 suara, dan pasangan nomor 3 mendapat 67 suara. Jumlah DPT di TPS ini mencapai 415 orang, namun total suara masuk hanya 316 suara. Dari jumlah itu, suara tidak sah mencapai 10 suara.


Pantauan Banten Raya, calon walikota Samsul melakukan pencoblosan sekitar pukul 07.15. Dia didampingi istri dan keluarganya. Saat diwawancara wartawan, Samsul optimis bisa meraih suara maksimal di Pilkada Kota Serang. "Alhamdulilah, sebagai warga Kota Serang yang baik, saya sudah menyalurankan hak pilih untuk Pilkada 2018," katanya.


Samsul yakin raihan suaranya di 6 kecamatan bisa maksimal. "Mudah-mudahan di semua kecamatan bisa unggul. Insya Allah, dengan doa dan dukungan masyarakat, nomor dua akan menang," ucapnya.


Kendati demikian, Samsul mengaku akan tetap menerima segala hasil apapun terkait Pilkada Kota Serang. Yang terpenting, menurutnya, pilkada kali ini bisa menghasilkan pemimpin yang bersih dan bertanggung jawab sesuai harapan masyarakat. "Prinsipnya tentu setiap calon harus menerima segala konsekuensi itu. Sekarang yang terpenting, pilkada bisa berjalan dengan lancar dan aman," katanya.


Momentum Pilkada Kota Serang kali ini, juga terasa istimewa untuk Samsul. Sebab istri tercintanya, Selasa (26/6) siang, melahirkan putra keenam setelah melalui proses persalinan di Puskesmas Walantaka. "Alhamdulillah kemarin siang melahirkan anak keenam, mudah-mudahan bisa membawa berkah bagi saya," ujarnya.


Di lokasi terpisah, calon wakil walikota Serang Rohman merasa lega sudah menjalankan amanah sebagai warga Kota Serang menyalurkan hak pilih dan dipilih. Karena menurutnya, menjadi calon wakil walikota itu untuk menjalankan amanah 42 ribu masyarakat Kota Serang yang menitipkan suaranya.

Untuk itu, Rohman mengaku sudah maksimal menjalankan amanah dari masyarakat dengan menjalankan seluruh tahapan kampanye, baik melalui tatap muka langsung maupun dengan melakukan kampanye tertutup, termasuk di media sosial juga sudah lakukan.


Rohman mengatakan, apapun hasilnya nanti, mereka legowo. "Karena kami sudah merasa berusaha, penentu hasil itu adalah Allah SWT, kita serahkan saja kepada Allah. Jadi segala sesuatunya kami kembalikan kepada Allah, walau pun tetap ya secara prosedur mungkin nanti kalau pun kami tidak menang, jika kami temukan kecurangan misalnya, kami akan kumpulkan bukti-bukti kami akan ajukan ke MK," tegasnya. (tohir/dewa/rahmat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook