Dua Pasangan Mesum Diamankan Petugas

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 29 Juni 2018 - 10:44:34 WIB   |  dibaca: 332 kali
Dua Pasangan Mesum Diamankan Petugas

OPERASIYUSTISI : Anggota satpol PP, kepolisian , dan TNi melakukan razia yustisi terhadap penghuni kontrakan di Lingkungan Seneja, Kamis (27/6).

CILEGON – Sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon yang didampingi anggota Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan razia yustisi di Kecamatan Cilegon dan Kecamatan Cibeber.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penegakan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Kota Cilegon Nomor 7/2015 tentang penyelengaraan administrasin kependudukan. Hasilnya, Satpol PP KOta Cilegon mengamankan dua pasangan mesum tanpa identitas serta 47 orang yang tidak memiliki kelengkapan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan identitas kependudukan lainnya.


Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan pada Satpol PP Kota Cilegon, Sofan Maksudi mengatakan, selain melakukan penegakan Perda razia yustisi tersebut juga merupakan respon cepat atas instruksi Pelaksana tugas (Plt) Walikota Cilegon yang menginginkan pendatang pasca lebaran diperketat, sehingga tidak terjadi lonjakan penduduk.

 "Kami melakukan razia didua kecamatan. Namun kedepannya akan kami lakukan diseluruh kecamatan. Ini adalah bagian dari penegakan perda terhadap warga pendatang yang cukup banyak pasca lebaran. Dari dua kecamatan kami temukan pasangan mesum serta puluhan orang yang tidak memiliki KTP," katanya kepada Banten Raya, Kamis (28/6).


Sofan menambahkan, beberapa orang yang diamankan tersebut akan dikembalikan kepada pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat untuk diberikan pembinaan."Kami akan serahkan langsung kepada kecamatan dan kelurahan untuk dibina. Kami sudah lakukan koordinasi, sehingga para pendatang tersebut bisa melakukan proses pengadminitrasian dan mendapatkan identitas yang jelas," tambahnya.

Sofan menjelaskan, meminta kepada aparat setempat serta pemilik kosan dan kontrakan untuk kooperatif dan meminta kepada penghuni kosan dan kontrakan untuk melaporkan jika warganya tidak memiliki KTP atau identitas lainnya.

 "Seharusnya pemilik kontrakan punya kewajiban memperketat siapa yang menyewa. Sebab, hal tersebut untuk mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan seperti terorisme atau kejahatan lainnya yang bisa saja dilakukan oleh penghuni kosan dan kontrakan," jelasnya.

Sementara itu, Pelasana Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Cilegon Muhlisin mengungkapkan, semua kecamatan akan dilakukan razia dalam rangka mengantisipasi penduduk tanpa identitas. Satpol PP sedang melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan setempat untuk memilih waktu yang tepat. "Kami akan lakukan di seluruh kecamatan, tinggal tunggu hasil koordinasinya saja," ungkapnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook