Panwaslu Soroti Pemilih Tanpa e-KTP

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 29 Juni 2018 - 10:52:32 WIB   |  dibaca: 180 kali
Panwaslu Soroti Pemilih Tanpa e-KTP

BERBINCANG : Ketua Panwaslu Kota Cilegon Siswandi (tengah) bersama komisioner lainnya tengah berbincang terkait dengan masa perbaikan DPS, Kamis (28/6).

CILEGON – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cilegon tengah menyoroti dan melakukan pencermatan terhadap masa perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pencermatan tersebut dilakukan terutama pada data pemilih potensial yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).


Ketua Panwaslu Kota Cilegon Siswandi mengatakan, masa perbaikan DPS dilakukan selama 14 hari setelah penetapan pada Minggu (17/6). Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon diharapkan bisa melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Cilegon untuk menyelesaikan persolan tersebut.

"Kalau tidak salah da 2.000 lebih pemilih potensial yang belum memiliki KTP-e. Ami harap KPU Kota Cilegon secepatnya melakukan koodinasi dengan instansi terkait agar bisa difasilitasi. Sebab, jika sampai pada saat pemilihan mereka belum bisa mendapatkan KPT-e atau Suket (Surat Keterangan) maka berpotensi kehilangan hak pilihnya," katanya kepada Banten Raya, Kamis (28/6).


Siswandi menjelaskan, selain pemilih potensial dalam masa perbaikan Panwaslu juga melakukan pencermatan terhadap pemilih meninggal dunia, pemilih ganda, serta purnawirawan Polri dan Aparatur Negeri Sipil (ASN) sudah masuk atau belum. "Kami juga melakukan pemangamatan terhadap beberapa hal lainnya. Kami harap berbagai hal yang berkenaan dengan DPS untuk bisa dilakukan perbaiakan secepatnya," jelasnya.


Siswandi menambahkan, selain penyelenggara peran warga untuk memberikan tanggapan dan dalopan terhadap potensi pemilih di wilayahnya juga sangat penting, jangan sampai tetangga atau warga lainnya tidak dapat hak pilih. Warga jangan sungkan melapor dan memberikan tanggapan.

Sebab, KPU dan Panwas juga secara SDM (Sumber Daya Manusia) terbatas dan tidak mungkin menjangkau semua wilayah. "Kami juga meminta warga untuk bersama melakukan pemantauan perbaikan DPS, sehingga seluruh warga bisa mendapatkan haknya untuk memilih pada Pemilu 2019 nanti," tambahnya.


Sementara itu, Ketua KPU Kota Cilegon Irvan Alfi mengungkapkan, berbagai hal yang terkait masa perbaikan sudah dilakukan koordinasi, termasuk dengan Dukcapil Kota Cilegon telah dilakukan koordinasi terkait dengan pemilih potensial yang belum memiliki e-KTP. "Kami sudah lakukan koordinasi, jika tidak bisa melakukan pembutan e-KTP maka suket juga bisa, termasuk pemilih ganda juga secara otomatis sudah tersortir, sehingga tidak ada masalah lagi. Namun, KPU tetap menunggu tanggapan warga untuk perbaikn DPS," ungkapnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook