Dewan Panggil Manajemen CCM

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 29 Juni 2018 - 10:54:32 WIB   |  dibaca: 259 kali
Dewan Panggil Manajemen CCM

PANGGIL CCM : Suasana rapat dengar pendapat dengan Manajeman CCM, Kamis (28/6).

CILEGON - Cilegon Center Mal (CCM) sebagai pusat perbelanjaan baru di Kota Cilegon dituntut untuk memberdayakan masyarakat lokal. Saat ini, CCM dinilai belum memberdayakan masyarakat lokal, sehingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon memanggil jajaran manajemen CCM.


DPRD Kota Cilegon melakukan rapat dengar pendapat dengan manajamen CCM di Ruang Rapat DPRD Kota Cilegon, Kamis (28/6). Dalam rapat tersebut juga dihadirkan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan pihak kepolisian. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Syihabudin Sibli.


Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Syihabudin Sibli mengatakan, dilakukannya rapat dengar pendapat, lantaran adanya banyak tuntuta maysarakat dalam meminta CCM memberdayakan masyarakat lokal. Pemberdayaan masyarakat lokal baik dalam tenaga kerja sampai ke perusahaan subkon seperti pengelolaan parkir, tenaga keamana, dan yang lainnya. "Kami memang minta masyarakat diberdayakan seperti tenaga kerja lokal harus 70 persen," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, kemarin.

Akan tetapi, Syihabudin meminta kepada masyarakat dalam menuntut pemberdayaan masyarakat lokal tidak dengan cara anarkis. Sehingga, pihaknya memfasilitasi pertemuan antara dua belah pihak yaitu antara manajemen CCM dan beberapa LSM.  


Koordinator Lapangan (Korlap) LSM Barisan Bela Masyarakat Cilegon Muhammad Fatoni mengatakan, pihaknya meminta kepada manajemen CCM untuk memberdayakan masyarakat lokal. Pemberdayaan masyarakat lokal, baik dari sisi tenaga kerja, penyediaan kedai khusus untuk produk lokal, dan memberi ruang bagi pengusaha lokal seperti sekuriti dan parkir. "Kami minta CCM membuka seluas-luasnya kesempatan untuk masyarakat lokal berusaha dan bekerja," jelasnya.


Syihabudin juga meminta DPRD Kota Cilegon dan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengawal proses prizinan CCM yang sedang diusut oleh pihak kepolisian. Pihaknya meminta dugaan keterlibatan oknum pejabat dalam proses perizinan CCM diusut. "Kami meminta kepada Dinas terkait yang mengeluarkan perizinan CCM itu benar-benar memerhatikan dampak adanya CCM dengan kajian, jangan asal memberikan izin," tegasnya.


Sementara itu, Direktur CCM Andre Febrian mengatakan, pihaknya telah melakukan pemberdayaan masyarakat lokal, baik tenaga kerja maupun kesempatan usaha bagi pengusaha. "Kami juga sudah bekerjasama dengan PIWKU (Pusat Inkubator Wirausaha dan Klinik UKM) Cilegon. Ada gerainya hasil produk warga Cilegon di lantai dua dan lantai tiga, silakan di cek. Untuk tenaga kerja silakan cek ke Disnaker kita sudah mengutamakan tenaga kerja lokal," kilahnya.


Andre menjelaskan, terkait dengan adanya keterlibatan oknum birokrat dalam proses perizinan CCM, saat ini sudah dilakukan peemeriksaan oleh Polda Banten. "Kami juga sudah dipanggil Polda  Banten," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengantongi izin resmi berupa Izin Usaha Pusat Perbelanjaan. "Kami bekerja secara profesional, seperti usaha tenaga sekuriti dan cleaning servis yang mengelola semua pengusaha lokal Cilegon," ucapnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook