Kendaraan Berat Boleh Lewat JLS

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 29 Juni 2018 - 10:57:19 WIB   |  dibaca: 394 kali
Kendaraan Berat Boleh Lewat JLS

DIBIARKAN : Kendaraan melintas di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon di kilometer 8, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil yang sempat ambrol pada April lalu, Kamis (28/6). Portal penghalang kendaraan besar saat ini sudah rusak.

CILEGON - Kendaraan berat saat ini sudah diperbolehkan melalui Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon kilometer 8 yang kondisinya masih bebatuan. JLS pada kilometer 8 tersebut smepat ambrol pada 25 April lalu akibat gorong-gorong tergerus banjir. Sejumlah kendaraan besar juga sudah diperbolehkan melalui badan jalan yang pebraikannya belum seratus persen tersebut.

Pantauan Banten Raya, Kamis (28/6), sejumlah kendaraan berat seperti truk dan bus sudah melalui JLS yang sempat terputus di Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil. Portal yang digunakan untuk menghalangi kendaraan berat lewat saat ini sudah tidak ada. Namun, kendaraan tetap mengurangi kecepatan saat melalui ruas JLS kilometer 8 lantaran permukaan jalan masih berupa bebatuan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Andi Affandi mengatakan, saat ini memang kendaraan berat sudah diperbolehkan melalui JLS. Meski, perbaikan jalan yang sempat terputus akibat dampak banjir dua bulan lalu belum selesai. "Portal memang tidak kami buka, portal rusak ketabrak bus, tapi memang JLS yang ambrol gorong-gorongnya sudah mengeras dan tanahnya sudah padat, jadi bisa dilalui kendaraan berat," kata Andi kepada Banten Raya, kemarin.


Andi menjelaskan, portal yang rusak tertabrak bus saat ini dibiarkan. Meski boleh melalui JLS, kendaraan berat harus tetap berhati-hati lantaran permukaan jalan masih berupa tanah dan bebatuan. Larangan truk dan bus melalui JLS tersebut hanya berlaku ketika kondisi jalan masih belum terlalu padat dan gorong-gorong belum kering. "Saat ini sudah aman dilalui kendaraan," jelasnya.


Andi menambahkan, apalagi saat ini arus di JLS sudah tidak terlalu ramai dilalui kendaraan wisata. Dioperasionalkannya JLS pada H-7 sampai H+7 Lebaran, lantaran JLS dianggap membantu mengurangi beban di Jalan Raya Anyer. Arus mudik dan arus wisata di Jalan Raya Anyer sangat padat, sehingga saat JLS dibuka cukup mengurai kemacetan di Jalan Raya Anyer.


 "JLS yang rusak juga bisa saja ditutup lagi ketika perbaikan lanjutan dilakukan. Namun, penutupan bisa saja tidak seluruh jalur, bisa saja bergantian antara jalur menuju Anyer dan menuju PCI (Pondok Cilegon Indah)," tambahnya.


Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Ridwan mengatakan, perbaikan JLS akan kembali dilanjutkan untuk pembuatan tembok penahan tanah (TPT) dan betonisasi. Perbaikan yang dilakukan DPUTR hanya berupa perbaikan gorong-gorong sampai pemadatan tanah dan batu. "Perbaikan selanjutnya menggunakan dana dari industri yang sebelumnya telah dikumupulkan oleh Pak Plt (Pelaksana Tugas Walikota Cilegon Edi Ariadi-red)," jelasnya.


Ridwan menambahkan, untuk perbaikan selanjutnya, bisa saja JLS dilakukan penutupan untuk sebagian jalur secara bergantian. "Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Dishub untuk penutupan selanjutnya, karena bisa saja perbaikan bergantian antara jalur menuju Anyer dan menuju PCI," katanya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook