Jalan Masuk Pasar Kranggot Semrawut

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 03 Juli 2018 - 11:56:16 WIB   |  dibaca: 571 kali
Jalan Masuk Pasar Kranggot Semrawut

JADI PARKIR LIAR : Deretan mobil terpakir di bekas lapak pedagang kaki lima (PKL) yang ditertibkan satpol pp di Pasar Kranggot, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, kemarin. Usai ditertibkan, lapak-lapak bekas PKL mendadak berubah menjadi parkir liar.

CILEGON – Meski pedagang ilegal di Pasar Baru Keranggot telah ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon karena membuat jalan masuk Pasar Kranggot, Kecamatan Jombang menjadi semrawut dan macet.

Namun ternyata, kesemrawutan dan kemacetan itu masih tetap saja terjadi. Pasalnya, bekas lapak pedagang kini berganti menjadi parkir liar untuk roda empat dan roda dua milik pembeli yang datang di Pasar Baru Keranggot.


Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pasar Baru Keranggot, Muhibin mengatakan, keberadaan roda dua dan roda empat yang terparkit tersebut terjadi pada siang hari saat kondisi pasar tidak begitu ramai. Hal tersebut terjadi karena para pembeli yang datang ingin lebih mudah dan dekat dengan toko tempat berbelanja, sehingga memarkirkan kendaraanya dibadan jalan bekas lapak pedagang.

"Susah karena pengennya pembeli berkehenti dekat toko, sehingga sembarangan parkir. Saat pagi hari kami pastikan tidak ada. Namun saat siang hari memang satu dua kendaraan pasti ada. Kami minta para pembeli juga mengerti. Karena hal tersebut bisa menyebabkan kemacetan di pasar," katanya kepada Banten Raya, Selasa (2/7).


Muhibin menambahkan, pihak pengelola pasar akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon terkait dengan banyaknya parkir liar yang ada di Pasar Baru Keranggot, khususnya diwilayah jalan masuk yang pada pekan kemarin dilakukan penertiban pedagang. Pihak pasar berharap jika para petugas bisa mengarahkan pemilik kendaraan untuk parkir ditempat yang telah disediakan, sehingga jalan tidak macet dan semrawut.

"Tempat parkir padahal sudah kami sediakan. Namun, masih ada saja warga yang parkir sembarangan. Tidak ada retribusi karena itu diluar area parkir pasar. Ini akan kami evaluasi dan meminta kepada petugas Dishub yang ada dipasar untuk melakukan penertiban terhadap parkir liar tersebut," tambahnya.

Sementara itu, salah satu penjaga toko sembako yang berada di area jalan sepanjang pintu masuk pasar, Husen menjelaskan, kondisi parkir liar tersebut justru menguntungkan untuknya. Sebab, para pembeli tidak lagi ketempat parkir yang berada di tengah pasar dan jauh dari lokasi toko, sehingga hal tersebut mempermudah pembeli membawa barang kemobil.

"Jika mereka membeli beran dan sembako maka tidak perlu lagi menyewa tukang panggul, cukup kami yang membawakan kedalam mobil. Sebab, posisi mobil lebih dekat dan bisa diparkir terlebih dahulu saat mengangkut barang. Hal ini membuat ramai toko kami," jelasnya. (uri)

   

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook