Dewan Tolak Kenaikan BBM

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Selasa, 03 Juli 2018 - 13:03:33 WIB   |  dibaca: 341 kali
Dewan Tolak Kenaikan BBM

LAYANI PEMBELI : Seorang petugas SPBU Mandala, Kecamatan Cibadak tengah melayani pengisian BBM jenis pertamax, Senin (2/7). Dimana, pemerintah kembali menaikkan harga BBM jenis pertamax, kemarin.

RANGKASBITUNG - Anggota DPRD Kabupaten Lebak menilai kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax sebesar Rp 600, yakni dari sebelumnya Rp 8.900 menjadi Rp 9.500 perliternya akan membebani masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dian Wahyudi kepada Banten Raya, Senin (2/7)."Sebaiknya kenaikan BBM kembali dipertimbangkan. Jangan seenaknya naik tanpa ada pemberitahuan," kata Dian, kemarin.


Menurut Dian, kenaikan harga BBM perlu dipertimbangkan dan masyarakat perlu mengetahuinya dari jauh-jauh hari. Bila tidak memiliki perencanaan matang, maka berdampak buruk terhadap masyarakat. "Apalagi, situasi ekonomi saat ini sedang melemah. Secara pribadi saya menolak kenaikan BBM, apalagi sebelumnya tanpa ada pemberitahuan, sudah barang tentu akan membebani masyarakat yang sudah biasa gunakan Pertamax," tuturnya.


Sementara itu, Ahmad Fasehan, Warga Rangkasbitung mengaku tidak mengetahui harga BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan. "Tahunya ketika beli di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) ini aja. Ya, kalau saya secara pribadi keberatan," akunya.


Fasehan menerangkan, dirinya keberatan karena setiap harinya melakukan perjalanan jauh yang dapat menghabiskan Pertamax sebanyak 5 liter. Kalau dikalkulasikan dalam sehari perlu menambah uang operasional Rp 3.000. "Sehari Rp 3 ribu, jika sebulan harus ngeluarin uang Rp 90.000. Sedangkan dari segi penghasilan belum tentu bisa nambah, paling nanti tidak lagi beli pertamax tapi kembali beli premium yang diharapkan tidak sampai mengalami kelangkaan," terangnya.


Sementara itu, Pengawas SPBU Mandala di Kecamatan Cibadak, Deden H menerangkan, informasi kenaikan harga Pertamax disampaikan secara mendadak. "Saya terima informasi dari atasan kemarin (Minggu, 1 Juli 2018-red) pukul 00.00 WIB. Untuk Pertamax, dari sebelumnya Rp 8.900 menjadi Rp 9.500," terangnya.


Selain Pertamax, tambah Deden, harga Pertamax Turbo juga ikut mengalami kenaikan dari Rp 10.150 menjadi Rp 10.700 perliter. Kemudian Dexlite dari Rp 8.100 naik menjadi Rp 9.000 perliter. "Solar Non PSO dari Rp 7.600 naik menjadi Rp 7.800 perliter, dan Pertamina Dex dari harga Rp 10.100 menjadi Rp 10.500 perliter. Sedangkan harga BBM jenis Premium dan Pertalite tidak mengalami kenaikan," tambahnya. (purnama)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook