Penggunaan Halte Belum Optimal

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 03 Juli 2018 - 14:48:11 WIB   |  dibaca: 84 kali
Penggunaan Halte Belum Optimal

JADI MUBAZIR : Halte di perbatasan Kecamatan Pabuaran dengan Kecamatan Ciomas sepi dari masyarakat dan kondisinya kurang terawat, kemarin.

SERANG – Keberadaan halte untuk menunggu kendaraan umum di beberapa titik di kecamatan-kecamatan yang dibangun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang belum dimanfaatkan oleh masyarakat dengan optimal. Akibatnya, kondisi halte kurang terurus dan banyak ditumbuhi rumput liar. Di antara halte yang yang belum efektif penggunaannya yaitu halte di Kecamatan Pabuaran dan Tanara.

Kepala Dishub Kabupaten Serang Hedi Tahap mengatakan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menggunakan halte yang telah disediakan Pemkab Serang. “Kalau kita lihat memang masyarakat lebih memilih menunggu angkutan di depan rumah daripada di halte yang telah kami siapkan. Padahal tujuan dibuatnya halte itu biar lebih tertib,” kata Hedi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/7).

Hedi menuturkan, halte-halte yang penggunaannya belum optimal yaitu halte baru yang dibuat pada 2017, seperti halte di Kecamatan Pabuaran dan di Kecamatan Tanara. “Jumlah halte di kita itu jumlahnya ada 20, yang dibangun tahun 2017 ada empat, itu yang belum dimanfaatkan. Padahal kita membuat halte itu melalui feasibility study. Nanti kita evaluasi kenapa masyarakat masih enggan menunggu angkutan di halte,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun ini Dishub Kabupaten Serang tidak mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fisik, namun sedang fokus pembangunan terminal Tunjung Teja dan pembangunan lampu penerang jalan umum (PJU). “Di beberapa titik halte masih dibutuhkan, tapi untuk tahun ini kita tidak menganggarkan. Kita berharap halte yang sudah ada bisa dimanfaatkan, sayang kalau tidak dipakai,” tuturnya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Ubaidillah meminta agar Dishub Kabupaten Serang mengevaluasi kembali pembuatan halte. “Seharusnya pembuatan halte itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat, jangan sampai sudah dibangun tapi tidak dipakai, itu kan mudarat namanya. Perlu ada evaluasi. Terus masyarakat juga harus diarahkan untuk menggunakan halte yang sudah dibangun,” ujar politisi PPP itu. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook