Pelemparan Mobil Terinspirasi Berita Televisi

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 03 Juli 2018 - 15:03:16 WIB   |  dibaca: 890 kali
Pelemparan Mobil Terinspirasi Berita Televisi

PENDEK AKAL : Para pelaku memperlihatkan cara mereka mengendarai motor boncengan lima dalam ekspos di Mapolres Serang Kabupaten, Senin (3/7). Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan memperlihatkan batu yang digunakan untuk melepar pengendaraan di tol.

SERANG - Pelemparan mobil di jalan tol yang dilakukan lima remaja warga Desa Bakung, dan Desa Songgom, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, ternyata terinspirasi dari berita di televisi. Kapolres Serang Kabupaten AKBP Indra Guunawan mengatakan, dari lima pelaku yang ditangkap yakni Belu Susanto (18), Rady (18), Sahroni (18), Salim (18), dan Wika Suandi (18), aksi pelemparan dimotori oleh Belu dan Wika.

"Sebelum melakukan pelemparan, kelimanya berada di rumah Wika. Dari sana Wika dan Belu mengajak ke JPO (jembatan penyeberangan orang) Cikande untuk melakukan pelemparan," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Indra, sebelum kejadian pada Sabtu (30/6), pada tanggal 20 Juni 2018 atau sepekan sebelumnya, Wika dan Belu sudah melakukan tindakan serupa, melempar batu kepada pengendara tol Tangerang-Merak. Namun saat itu polisi ataupun petugas tol tidak tahu ada insiden itu karena tidak mendapatkan laporan.

"Jadi pada tanggal 20, Wika dan Belu sudah lebih dahulu melakukan pelemparan, di lokasi yang sama, tapi tidak ada laporan. Pada hari Rabunya, mereka berdua mengajak ketiga pelaku lainnya untuk melakukan pelemparan," ujarnya.

"Kita memang konsentrasi terhadap motif perbuatan mereka. Namun dalam pemeriksaan mereka memang tidak ada yang menyuruh, tapi hanya iseng dan terinspirasi dari televisi," ungkapnya.

Indra juga mengungkapkan jika kelima pelaku yang sudah ditetapkan jadi tersangka tersebut tidak terpengaruh minuman beralkohol maupun obat-obatan terlarang. Dalam aksinya, pelaku dalam keadaan sadar. "Ada yang mengaku minum tramadol dan beberapa saset komix (obat batuk) tapi itu jauh sebelum kejadian, karena setelah kita tes urine semuanya negatif," tegasnya.

Dalam kasus ini, Indra menambahkan, kelimanya terancam pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto pasal 406 KUHP, dengan ancaman 7 tahun untuk yang mengalami luka ringan."Tapi jika luka berat bisa sampai dengan 9 tahun penjara," katanya. Untuk diketahui, enam mobil rusak setelah dilempar batu oleh kelimanya di kilometer 49, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang arah Tangerang-Merak dalam waktu yang berbeda.

Keenam mobil yang menjadi korban pelemparan batu oleh oknum yang tidak dikenal yaitu mobil Elf bernomor polisi B 7609 IZ, mobil Nissan March B 1769 PKO, Toyota Avanza A 1775 AP, Daihatsu Sirion B 1343 NYJ, Honda Brio A 1458 FQ, dan mobil Honda Freed bernomor D 1085 SIS. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook