Target Serapan Keuangan dan Fisik Melenceng

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 04 Juli 2018 - 14:43:51 WIB   |  dibaca: 95 kali
Target Serapan Keuangan dan Fisik Melenceng

EVALUASI : Gubernur Banten Wahidin Halim (tengah) memimpin rapat pimpinan evaluasi APBD tahun anggaran 2018 di Aula Bappeda Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (3/7).

SERANG- Target serapan keuangan dan fisik Pemprov Banten pada semester I tahun anggaran 2018 masih di bawah target. Hal tersebut terjadi karena sejumlah proyek kini baru memasuki tahap pengerjaan, sehingga belum banyak anggaran yang diserap.


Kepala Biro Administrasi Pembengunan (Adpem) Setda Provinsi Banten Mahdani mengatakan, untuk semester I realisasi keuangan atau anggaran ada di angka 30 persen atau senilai Rp 3,4 triliun total belanja daerah Rp 11,3 triliun. Progres tersebut masih minus 14 persen dari target yang telah ditetapkan.


“Kalau untuk fisik realisasinya sudah 38 persen tapi juga masih minus 10 persen,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri rapat pimpinan evaluasi APBD 2018 di Aula Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (3/7).


Ia menjelaskan, belum tercapainya target progres fisik dikarenakan sejumlah proyek baru memulai pengerjaan setelah merampungkan proses lelang. Dengan hal itu maka secara otomatis akan berpengaruh pada belum optimalnya anggaran yang terserap.


“Progrses fisik baru selesai (lelang). Sekarang Banten Lama baru pembenahan dan mulai kerja, anggarannya cukup besar sampai Rp 70 miliar. Kemudian (proyek pembangunan) jalan juga sudah pada selesai lelang, makannya bulan ini sudah mulai ada kenaikan serapan keuangan yang tinggi. Untuk serapan keuangan, selain dari situ (fisik-red) juga dari kegiatan rutin (seperti gaji, makan dan minum),” katanya.


Dengan waktu yang tersisa, kata dia, pihaknya optimistis serapan anggaran dan fisik pada akhirnya bisa mencapai target. Sebab, saat ini hampir seluruh pengerjaan fisik sudah mulai dilaksanakan. “Ini kan tinggal proses kerja, bukan lagi lelang. Paling lelang Perkim (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman) tinggal pagar sport center saja, tinggal satu lagi. Nilainya juga kecil, Rp 13 miliar,” ungkapnya.


Plt Kepala Badan Perencaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Banten M Yusuf mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong agar progres serapan keuangan dan fisik bisa optimal.

“Sesuaikan saja dengan RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah), makannya RPJMD diikuti. Itu penilaian kinerja gubernur, makannya OPD (organisasi perangkat daerah) ikuti. Selain itu kita rutin menggelar evaluasi sebagai bentuk kontrol,” tuturnya.


Lebih lanjut diungkapkan Yusuf, startegi lain adalah dengan meningkatkan moral para aparatur. Pemprov secara teknis akan mendorongagar pejabat teknis untuk kerja optimal. “Jangan berpikir saya dapat apa? Tapi berpikir saya beri apa ke provinsi ini. Kalau saya dapat apa ya akan terjadi (kinerja) stagnan itu. Masing-masing sudah ditempatkan, ya kerja sesuai tempatnya itu,” ujarnya.


Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) meminta agar seluruh OPD terus meningkatkan kinerjanya selain juga kedisiplinannya. Sebab, menurutnya, satu tahun dia memimpin, jajarannya belum menunjukan perubahan yang signifikan.
 
“Kinerja, kinerja, kinerja. Ini sudah bulan tujuh, kinerja harus ditingkatkan. Belum (ada perubahan signifikan), masih ada yang perlu ditingkatkan lagi semangat kerjanya. Harus disiplin juga,” tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook