DKM Targetkan Pembangunan Masjid Jami Al Falah Kebon Dalem Dua Tahun Kelar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 05 Juli 2018 - 10:10:18 WIB   |  dibaca: 230 kali
DKM Targetkan Pembangunan Masjid Jami Al Falah Kebon Dalem Dua Tahun Kelar

PELETAKAN BATU PERTAMA : Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Al Falah Kebon Dalem, Rabu (4/7).

CILEGON - Warga Lingkungan Penampungan, Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Cilegon kembali memugar Masjid Jami Al Falah. Hal tersebut dilakukan agar masjid menjadi lebih luas, sehingga mampu menapung jamaah yang lebih banyak. Kebutuhan untuk menyelesaikan pembangunan masjid tersebut mencapai Rp 7,5 miliar dan ditargetkan selesai pada 2019.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al Falah, Nawawi Sahim mengatakan, pembangunan masjid yang memakan dana milyaran rupiah tersebut karena kondisi masjid sekarang sudah mulai lapuk, sehingga membahayakan jamaah yang beribadah. Disamping juga saat salat Jumat dan Idul Firti sudah tidak lagi mampu menampung jamaah.

"Sudah sepantasnya memang dipugar dan dibangun ulang. Sebab, sudah muali lapuk dan berbahaya. Semoga saja pembangunan bisa berjalan dengan lancara dari bantuan berbagai pihak. Meski, menelan anggaran besar semoga saja bisa rampung sesuai dengan target," katanya kepada Banten Raya, Rabu (4/7).


Nawawi menambahkan, sekarang untuk infak dari warga ditargetkan terkumpul sebanyak 1.5 miliyar, sehingga sisanya bisa dibantu oleh pemerintah, pengusaha dan terutama pihak industri Kratakatu Steel (KS) Group. PT KS diminta untuk bisa maksimal membantu, Sebab, warga Lingkungan Penampungan adalah warga gusuran PT KS. Untuk itu, bantuan dari KS group harus maksimal.

"Lingkungan ini adalah lingkungan warga yag dahulu terkena gusuran pembangunan KS. Masyarakat kami telah mengiklaskan tanahnya. Kami harap peran dari industri jga bisa maksimal," tambahnya.


Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon, Edi Ariyadi yang hadir dan memberikan sambutan berharap seluruh masjid yang ada di Kota Cilegon bisa dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan dan kemasyasrakat yang positif, sehingga kualitas agama dan kemasyarakatan menjadi lebih baik. "Masjid itu jangan dikunci. Harus terus dibuka. Karena masjid adalah central membangun aktifitas kegamaan dan kemasyarakatan," ucapnya.

Edi menjelaskan, pengurus masjid juga harus melakukan proteksi dengan ketat terhadap berbagai upaya masuknya aliran terorisme dan radikalisme. Hal tersebut dilakukan agar warga jangan sampai salah langkah dalam memahami agama.

"Saya yakin di Kota Cilegon masih belum bisa masuk aliran yang begitu. Namun, DKM harus terus waspana dan memantau. Jangan sampai alairan radikalisme dan teroris masuk," jelasnya. (URI MASHURI)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook