Warga Keluhkan Pengelolaan RTH

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 05 Juli 2018 - 11:46:56 WIB   |  dibaca: 305 kali
Warga Keluhkan Pengelolaan RTH

SOSPEM : Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat saat acara Sospem Kelurahan Bendungan, Rabu (4/7). Dalam Sospem tersebut, warga banyak yang mengeluhkan pengelolaan RTH.

CILEGON – Sejumlah warga dan tokoh masyarakat di Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon mengeluhkan pengelolaan dan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kecamatan yang selalu dijadikan tempat mesemum oleh sejumlahn orang tidak bertanggungjawab serta beberapa pedagang yang membuat semrawut RTH kecamatan.

Tidak teratur dan tertibnya RTH kecamatan tersebut disinyalir karena pengelolaan bukan dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Cilegon sebagai wilayah dimana RTH tersebut berada. Pengelolaan taman tersebut masih dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cilegon.


Tokoh Masyarakat Bendungan, Ade Miftah mengatakan, kondisi tersebut harus bisa diatasai dengan melakukan pemotongan birokrasi seharusnya pengelolaan langsung dilakukan pemerintah kecamatan atau pemerintah kelurahan, sehingga saat terdapat keluhan bisa alangsung ada penanganan yang tepat.

"Selama ini jika kami mengeluh maka selalu saja dipantulkan, seolah-olah tidak ada yang mau bertanggungjawab. RTH sekarang kondisinya sangat meresahkan, setiap malam banyak muda-mudi nongkrong dan membuat kegadugan sambil minum-minuman keras," katanya kepada Banten Raya saat menyampaikan aspirasi dalam acara Sosialisasi Pembangunan (Sospem) Kelurahan Bendungan di RTH kecamatan, Rabu (4/7).


Ade menambahkan, tidak tepatnya pengelolaan tersebut juga bisa terlihat dengan adanya pedagang yang membangun warung dan pedagang yang masih meninggalkan grobak dagangannya di RTH, sehingga secara kasat mata hal tersebut tidak pantas dilihat karena kumuh.

"Kelihatannya kumuh karena dinas hanya berjanji akan membongkar warung yang ada di RTH. Namun sampai sekarang tidak ada realisasi. Ditambah lagi posisi warung ada di samping pojok kanan dan kiri RTH sehingga membahayakan warga yang berkendara karena menghalangi pandangan," tambah pria yang menjadi Calon Legialatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) ini.


Ade menjelaskan, kedepan harus ada cara untuk bisa menertibkan dan membuat RTH tetap nyaman untuk warga, salah satunya adalah adanya penjaga RTH serta diberlakukan batasan jam, sehingga RTH tetap aman dan tidak disalahgunakan oleh warga luar Kecamatan Cilegon.

"Banyak anak-anak nongkrong diatas tengah malam, harus diberlakukan batasan dan dijaga oleh petugas. Kebersihan juga harus dilakukan secara rutin. Sebab, kondisi taman ada diatas maka sampah ketika hujan akan terbawa air dan mengotori pemukiman," jelasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Infrastruktur pada DPKP Kota Cilegon, Edi Hendarto menyatakan, kewenangan pengelolaan tersebut merupakan amanat Peraturan Daerah (Perda), jika kecamatan dan kelurahan ingin mengambil alih kewenangan maka harus dilakukan kajian dan perubahan Perda tersebut.

"Bukan keinginan kami untuk terus melakukan pengelolaan RTH. Kami justru senang jika ini dikelola oleh warga atau kelurahan. Namun aturannya harus dilakukan perubahan terlebih dahulu. Terkait dengan warung yang masih berdiri DPKP Kota Cilegn sudah merencanakan dan pasti akan dilakukan penertiban," ucapnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook