Pengajuan Izin Online, Pemohon Meningkat

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 05 Juli 2018 - 14:17:12 WIB   |  dibaca: 64 kali
Pengajuan Izin Online, Pemohon Meningkat

PELAYANAN : Warga sedang mengajukan izin secara online di DPMPTSP Kota Tangsel, kemarin.

TANGSEL- Semenjak pelayanan perijinan melalui Sistem Manejemen Perizinan Online (Simponie) diluncurkan oleh Dinas Penanaman Modal Terpadu dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel, pemohon pembuat izin mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.


Kepala Seksi Data dan Informasi DPMPTSP Kota Tangsel, Panji Irawan mengatakan, jumlah perizinan didominasi oleh pengajuan perizinan tanda daftar perusahaan. “Di tahun ini jumlah pemohon izin mengalami peningkatan, karena di tahun ini sistem online sudah berjalan dan masyarakat sudah melakukan proses pembuatan izin melalui online,” ungkapnya.


Panji mengungkapkan, untuk data izin masuk pada Januari tercatat mencapai 3.278, izin terbit sebanyak 1.508, izin ditolak sebanyak 1.606 dan dalam proses sebanyak 164. Pada Februari untuk izin masuk sebanyak 3.147, izin terbit sebanyak 1.645, izin ditolak sebanyak 1.274 dan dalam proses 228. Maret untuk izin masuk 4.054, izin terbit sebanyak 2.154, izin di tolak sebanyak 1.694 dan dalam proses sebanyak 206.

Di Bulan April untuk izin masuk sebanyak 4.071, izin terbit sebanyak 2.086, izin ditolak sebanyak 1.710, dan dalam proses sebanyak 275. Pada bulan Mei untuk izin masuk sebanyak 4.033, izin terbit sebanyak 1.676, izin ditolak sebanyak 1.566 dan dalam proses sebanyak 791, sedangkan di Juni izin masuk sebanyak 1.700, ijin terbit sebanyak 463, izin ditolak sebanyak 572 dan dalam proses sebanyak 665.“Untuk di bulan Juni lebih sedikit, karena terpotong dengan libur Lebaran dan proses maintenances sistem,” ungkapnya.


Saat ditanya kenapa banyak izin ditolak, Panji menjelaskan, separo dari jumlah pengajuan harus ditolak karena pihak pengaju tidak melampirkan data sesuai persyaratan.
”Simponie itu kan memang ada persyaratannya, mana yang harus dilengkapi. Nah, ada beberapa pemohon yang itu tidak teliti, terkadang jadi melewatkan persyaratan yang harus dimasukan. Mau tidak mau kita tolak perizinannya,” jelasnya.


Kepala DPMPTSP Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo mengatakan, ditolaknya berkas perizinan biasanya disebabkan kurangnya dokumen yang dilampirkan. Selain itu terkadang ada juga beberapa data yang dimasukan tak sesuai dengan dokumen asli.


Dia mengimbau kepada seluruh warga yang akan melakukan proses perizinan, sebelum melakukan proses perizinan agar melengkapi data dan persyaratan. ”Kemudian cocokan dari data satu dan data lainnya, agar dalam proses perizinan yang kami lakukan, tidak menyebabkan penolakan,” pungkasnya. (*/marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook