Keluarga Pelaku Pelemparan Minta Maaf

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 05 Juli 2018 - 14:48:59 WIB   |  dibaca: 450 kali
Keluarga Pelaku Pelemparan Minta Maaf

REKA ULANG : Polisi melakukan reka ulang adegan kasus pelemparan batu kepada pengguna jalan tol di KM 49 Tol Tangerang- Merak, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (4/7).

SERANG - Keluarga Wika Suandi (18), pelaku pelemparan batu di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tol Tangerang-Merak, Kilometer 49, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang meminta maaf kepada keluarga korban, Rabu (4/7).


Bibi Wika, Siti Fatimah (38) mewakili keluarga meminta maaf kepada para korban dan masyarakat atas perbuatan iseng yang dilakukan pelajar putus sekolah tersebut. Keluarga juga menyesali perbuatan yang dilakukan oleh Wika.


"Sebagai keluarga Wika, kami meminta maaf. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Minta dihampura dosa-dosanya baik disengaja maupun tidak sengaja," kata Fatimah di sela-sela reka ulang kasus pelemparan batu di JPO Tol Tangerang-Merak, kemarin.


Menurut Fatimah, perbuatan iseng yang telah mengancam jiwa pengguna jalan tol Tangerang-Merak tersebut diduga dilakukan oleh Wika karena tidak memiliki aktivitas yang jelas. Apalagi, pelaku juga sudah putus sekolah. "Orang mau kerja juga kerja apa, tidak ada yang mau nerima, karena usianya juga baru 18 tahun KTP juga belum dapet. Dia SMP mau naik kelas tiga berhenti, anak ketiga," ujarnya.


Selain meminta maaf, Fatimah juga mendoakan semua korban pelemparan batu agar cepat sembuh dari luka yang dialami para korban dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
"Yang jadi korban cepat sembuh dan cepat sehat, mudah-mudahan untuk membetulkan mobil yang rusak diberikan rejeki yang banyak," harapnya.


Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, rekonstruksi ulang kasus pelemparan batu dari atas tol itu disesuaikan pada saat kejadian, Rabu (27/6) malam sekira pukul 23.50. Dalam rekonstruksi itu terdapat 17 adegan yang diperagakan oleh kelima pelaku. "Reka adegan ini kami sesuaikan dengan adegan masing-masing pelaku," katanya.


Indra menjelaskan, dari reka ulang itu diketahui juga bahwa pelaku melemparkan batu melalui celah pagar jembatan. Rekonstruksi dilakukan untuk menyesuaikan keterangan di berita acara dan kejadian sebenarnya. "Dari rumah tersangka WS ada niatan langsung mengambil batu dan langsung melempar ke bawah jembatan," kata Indra.


Indra menegaskan, untuk Wika dan Belu Susanto akan ada penyesuaian dengan undang-undang perlindungan anak karena keduanya masih d ibawah umur. Meski, tersangka Wika merupakan inisiator pelemparan batu. "Kasus pelemparan batu ini akan menyesuaikan dengan tersangka yang masih di bawah umur. Tersangka akan disesuaikan dengan undang-undang pidana anak," katanya.


Untuk diketahui, dalam kasus ini kelimanya terancam pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto pasal 406 KUHP, dengan ancaman 7 tahun untuk yang mengalami luka ringan dan luka berat sampai dengan 9 tahun penjara.


Enam mobil menjadi sasaran pelemparan batu yaitu mobil Elf bernomor polisi B 7609 IZ, mobil Nissan March B 1769 PKO, Toyota Avanza A 1775 AP, Daihatsu Sirion B 1343 NYJ, Honda Brio A 1458 FQ, dan mobil Honda Freed bernomor D 1085 SIS. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook