Pemprov Kaji Pembangunan Gedung Bawaslu

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 06 Juli 2018 - 14:40:50 WIB   |  dibaca: 542 kali
Pemprov Kaji Pembangunan Gedung Bawaslu

SEDANG DIKAJI : Pengendaraan motor melintas di depan Sekretariat Bawaslu Provinsi Banten di Jalan Kepala Dua, Keluarahan Kagungan, Kecamatan Serang, Kamis (5/7).

SERANG- Pemprov Banten hingga saat ini masih melakukan kajian terkait usulan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten yang menginginkan memiliki gedung permanen. Hal itu dilakukan sebagai respon atas permintaan Bawaslu yang disampai beberapa waktu lalu.


Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Banten Gunawan Rusminto mengatakan, permintaan tersebut dilayangkan saat Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menggelar pertamuan dengan Bawaslu. Pemprov pun menampungnya dan kini sedang melakukan kajiannya."Kajian penting dilakukan karena sepeser pun dana APBD yang digunakan harus dipertanggungjawabkan," ujarnya, Kamis (5/7).


Ia menuturkan, kajian juga dilakukan untuk melihat dari sisi aturan dan potensi terjadinya anggaran ganda, karena misalnya Bawaslu RI juga menganggarkan pembangunan gedung. Namun Gunawan meminta Bawaslu Banten untuk mengajukan bantuan hibah ke pemrov jika memang menurut versi Bawaslu tidak menyalahi aturan."Buat saja usulan hibah. Kalau sekarang kan telat. Paling mengajukan sekarang bisa direalisasikan tahun 2019. Yang terpenting tidak doubel atau rangkap anggaran," katanya.


Adapun yang akan dilakukan Pemprov Banten saat ini adalah menyarankan Bawaslu mencari bakal lahan untuk gedung. Bawaslu sendiri memang menginginkan gedung yang lokasinya cukup strategis.

"Kalau saran kita sekarang mencari tempat saja dulu. Kalau mau, ada gedung milik pemprov dekat kantor kejaksaan (Kejaksaan Tinggi Banten). Yang jelas, kalau ada bantuan hibah dari pemprov untuk pembangunan gedung Bawaslu misalnya, harus ada lahannya terlebih dahulu," ungkapnya.

Komisioner Bawaslu Provinsi Banten Ali Faisal mengatakan, di beberapa provinsi banyak gedung Bawaslu yang diberikan dari pemprov-nya masing-masing. Menurut Ali, hibah itu tak melulu harus berbentuk uang tapi juga bisa berupa barang."Yang dibutuhkan Bawaslu Banten dalam waktu dekat ini adalah hibah gedung untuk menunjang aktivitas pengawasan," tutur Ali.
 

Diungkapkan mantan komisioner KPU Kota Serang itu, saat pimpinan Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengunjungi kantor Bawaslu Banten, disarankan untuk berkomunikasi dengan Pemprov dalam hal fasilitasi gedung. Mengingat dalam anggaran Bawaslu RI, hanya ada biaya sewa per tahun."Tetapi pertemuan kemarin substansinya bukan masalah meminta gedung. Tapi koordinasi sesuai amanat undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu," katanya.


Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M Sudi menyatakan, soal gedung kesekretariatan pihaknya juga masih akan melakukan kajian. Ke depan Bawaslu Banten akan memiliki tujuh orang komisioner dari tiga orang saat ini.
 
"Kesekretariatan pun akan berubah. Sekretariat dipimpin eselon II yang membawahi empat eselon III dan delapan orang eselon IV, dari sebelumnya hanya setingkat eselon III dengan tiga orang eselon IV," tutur mantan komisioner KPU Banten ini. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook