Nelayan Minta Biaya Berobat dan Sekolah Gratis

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 06 Juli 2018 - 15:13:54 WIB   |  dibaca: 541 kali
Nelayan Minta Biaya Berobat dan Sekolah Gratis

BLUSUKAN : Anggota DPRD Banten Ali Nurdin Abdul Gani saat blusukan menemui masyarakat di daerah pemilihannya, di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Kamis (5/7).

SERANG- Para nelayan meminta Pemprov Banten merealisasikan program berobat gratis dan sekolah gratis yang dicanangkan Gubernur Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy. Mereka mengeluh harus membayar biaya premi KIS (kartu Indonesia sehat) atau lebih dikenal dengan sebututan BPJS (badan penyelenggara jaminan sosial) Kesehatan.


Sriyanti, warga Kampung Cituis, Desa Suryabahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang mengeluh iuran BPJS Kesehatan yang harus dibayarkan setiap bulannya cukup membebani perekonomian keluarganya. Sebab, penghasilannya sebagai nelayan pas-pasan. Padahal, kata dia, ada beberapa warga lainnya mendapat kartu JKN KIS yang sudah ditanggung pemerintah.


“Saya bayar premi BPJS sendiri Pak. Saya preminya kelas tiga. Harusnya kelas tiga kan gratis, tapi saya mah setiap bulannya bayar Rp 29 ribu ribu. Yang lain (tetangga) mah ditanggung, saya mah bayar. Belum semua anggota keluarga punya kartu BPJS. Kami minta kesehatan gratis Pak,” ujar Sriyanti menyampaikan keluhannya kepada anggota DPRD Banten Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) Ali Nurdin Abdul Ghani, saat reses di Kampung Cituis, Desa Suryabahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Kamis (6/7).


Suneri, warga lainnya juga mengeluhkan persoalan mahalnya biaya berobat. Suneri mengaku belum terdaftar BPJS Kesehatan. “Semuanya (keluarga) belum punya. Tolong lah, kita minta perhatian pemerintah Banten supaya berobat itu gratis, enggak bayar,” ujarnya.


Suneri juga mengeluhkan mahalnya harga jaring dan solar. “Pengennya nelayan sejahtera. Terutama jaring itu enggak mahal, solar juga mahal. Kapal-kapal nelayan juga susah ke laut, kalau sore air Sungai Suryabahari itu dangkal, airnya ngumpul di tengah. Kita minta supaya itu dikeruk,” ujarnya.


Persoalan lain yang mencuat adalah terkait pendidikan yang masih dianggap mahal. Nelayan Cituis meminta Pemprov Banten menggratiskan biaya sekolah SMA/SMK yang belum terealisasi. Sebab, menurut warga, untuk biaya sekolah SD dan SMP sudah gratis. “Kalau SD gratis, SMP gratis, tapi enggak semuanya gratis. SMA masih bayar Pak,” kata seorang warga kepada Ali Nurdin.


Menanggapi keluhan itu, Ali Nurdin duduk di Komisi IV DPRD Banten menjawab bahwa untuk saat ini biaya SMA/SMK memang belum gratis. “Memang kalau SMA masih belum gratis ya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita (DPRD) terus mendorong agar itu segera terealisasi,” ujar Ali.


Seharusnya, kata dia, program sekolah gratis minimal sampai tingkat SMA/SMK. Sebab menurutnya, di negara lain, pendidikan gratis itu sampai tingkat S3. "Ya minimal di kita pendidikan gratis sampai SMA sudah harus terwujud. Nasdem akan mendorong itu,” tuturnya.


Ali mengatakan, Nasdem juga meminta pemprov agar segera merealisasikan permintaan masyarakat yang menginginkan biaya kesehatan gratis dan pendidikan gratis. “Pemprov Banten harus merespon ini. Soal berobat gratis itu jangan hanya ditindaklanjuti di RSUD Banten, tapi seluruh rumah sakit. Baik RSU kabupaten/kota atau swasta. Harus segera direalisasikan,” ujarnya.


Ia menuturkan, Fraksi Nasdem akan mendukung dan mendorong agar program ini terealisasi karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. “Kesehatan itu kan kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai kebutuhan dasar masyarakat tidak terlayani oleh pemerintah. Pemerintah itu kan pelayan masyarakat,” ucapnya. (rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook