Terduga Pelaku Bom BerKTP Pandeglang

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Jumat, 06 Juli 2018 - 15:36:12 WIB   |  dibaca: 246 kali
Terduga Pelaku Bom BerKTP Pandeglang

TERKEJUT : Warga berkerumun menyaksikan tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangli, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7).

JAKARTA— Ledakan bom beruntun meledak di sebuah rumah kontrakan di Pogar, RT 1 RW 1 Bangil, Pasuruan. Bom itu diduga dibuat oleh penghuni kontrakan bernama Abdullah alias Anwardi, 50. Ledakan itu melukai anaknya sendiri yang berusia sekitar 6 tahun.

Anwardi diketahui melarikan diri meninggalkan istrinya, Dina Rohana, 40, dan anaknya yang terluka. Kepolisian akhirnya mengamankan Dina dan melarikan anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Anak tersebut diketahui masih selamat.

Informasi yang diterima Jawa Pos, sekitar pukul 11.30 salah seorang tetangga pelaku mendengar ledakan bom. Ledakan itu berasal dari rumah tetangganya yang mengkontrak rumah milik Saprani. Setelah ledakan pertama itu, saksi mengecek ke rumah tetangganya.

Namun, saat mendekati rumah, saksi mencium bau mesiu. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menjelaskan bahwa saksi tersebut kemudian memutuskan untuk menjauh. ”Saat itulah terdengar ledakan kali kedua,” terangnya.

Warga yang telah berkumpul lalu semakin menjauh dari rumah. Tidak berapa lama, orang tidak dikenal keluar dari dalam rumah. Orang tersebut membawa sebuah tas ransel. ”Petugas sudah mengejar orang tidak dikenal tersebut, lalu terdengar ledakan ketiga,” paparnya.

Orang tidak dikenal itu sempat kembali ke rumah dan akhirnya pergi lagi menuju ke arah timur. Dia menjelaskan, untuk keluarga yang tinggal ada tiga orang, Anwardi, Dina dan anaknya. ”  Anwardi melarikan diri, istrinya diamankan dan anaknya yang terluka dirawat,” jelasnya.

Hingga saat ini Anwardi masih dikejar. Belum diketahui terkait dengan jaringan mana. ”Masih didalami, yang penting tidak ada korban lainnya,” papar mantan Kapolrestabes Surabaya tersebut.

Anwardi kemudian diketahui memiliki KTP Kabupaten Pandeglang. Di KTP tersebut, ia tinggal di RT 06/07, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang.
Kemarin, Banten Raya menelusuri alamat pelaku dan rumah bersangkutan tidak ditemukan. Warga Kampung Karang Tanjung, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung tidak ada yang mengenali Anwardi.


Ketua RT 06 RW 04, Kampung Karangtanjung Sarip Hidayat mengatakan, tidak mengenali terduga pelaku bom yang menggunakan alamat di wilayahnya. "Gak ada di sini nama itu (Anwardi). RW-nya saja salah, dan kecamatannya juga sama salah," kata Sarip, di rumahnya."Saya dan warga tidak kenal, dan tidak pernah melihat orang yang mirip dia (terduga pelaku bom). Mungkin alamat itu salah," ujarnya.


Camat Karang Tanjung Andri Mulyati juga mengatakan hal yang sama. Meski demikian, pihaknya akan mencoba terus mencari tahu identitas pelaku. "Dari hasil musyawarah kami dengan semua RT, RW, dan kelurahan disini tidak ada nama itu (Anwardi), dan alamatnya juga salah," katanya.


Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono membenarkan sudah turun ke lapangan mencari tahu identitas pelaku terduga bom di Pasuruan. Dari informasi yang diterima dari warga Kampung Karangtanjung, mereka tidak mengetahui identitas dan nama pelaku. "Kita sudah mengecek ke kampung itu, di sana tidak ada nama Anwardi, alamat itu tidak benar, dan palsu," katanya.


Sementara Pengamat Terorisme Al Chaidar menuturkan bahwa kelompok teror yang masih aktif saat ini di Indonesia hanya Jamaah Ansharut Daulah (JAD). ”Ya, pasti JAD lagi,” terangnya kepada Jawa Pos kemarin.

Kejadian meledaknya bom di rumah pelaku menunjukkan bahwa kemampuan membuat bom dari pelaku sangat minim. Yang artinya, kemampuan membuat bom ini belum terpengaruh dengan para mantan kombatan ISIS yang telah pulang ke Indonesia. ”Kan ada yang sudah kembali, walau ada pula yang belum tentu sampai ke Suriah sudah terhadap pemerintah Turki,” paparnya.

Dia menuturkan, bila kemampuan mereka sudah dipengaruhi para mantan kombatan. Tentunya, daya ledak bom itu akan lebih besar, sekaligus tidak akan meledak di dalam rumah. ”Ya, tidak meledak saat dirangkai,” terangnya.

 Bom yang meledak di rumah pelaku sendiri sebenarnya terjadi berulang kali. Seperti bom Cimanggis. Bahkan, pemimpin ideologis JAD Amman Abdurrahman juga pernah ditangkap karena bom meledak di rumahnya sendiri. ”Ini artinya, kemampuan teroris masih tumpul. Ya, tidak jauhlah seperti bom Solo yang meledakkan diri, tapi kena sendirian. Ini malah melukai anaknya,” jelasnya. (jpg)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook