BLK Banyak Tolak Peminat

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 09 Juli 2018 - 12:17:34 WIB   |  dibaca: 2911 kali
BLK Banyak Tolak Peminat

PELATIHAN : Sejumlah peserta pelatihan las tengah beraktivitas di BLK Kota Cilegon belum lama ini.

CILEGON - Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Cilegon ternyata banyak menolak warga yang mendaftar. Hal itu terjadi karena animo masyarakat Kota Cilegon yang berminat untuk mengikuti pelatihan kerja atau kursus di BLK cukup tinggi, sementara kuota yang tersedia terbatas.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BLK pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Khairiyah mengatakan, peminat BLK Cilegon saat ini sangat tinggi. Bahkan, dari tahun ke tahun peminat BLK mengalami kenaikan.

Namun, untuk kuota yang pendaftar yang diterima mengikuti kursus di BLK terbatas. "Tahun ini (2018-red) sampai Juni pendaftarnya sudah mencapai 1.288 orang. Padahal, setiap tahunnya kuota yang diterima untuk mengikuti kursus hanya 400 orang saja. Kita memberi kuota karena anggaran untuk pengadaan pelatihan terbatas. Sementara, peserta kursus itu tidak dipungut biaya sama sekali," kata Khairiyah kepada Banten Raya, Minggu (8/7).


Dijelaskan Khairiyah, 2017 lalu ada sekitar 2.000 pendaftar yang memunyai keinginan mengikuti kursus di BLK. Akan tetapi, hanya ada sekitar 4.000 orang yang diterima olehnya untuk mengikuti kursus. "Paling banyak peminatnya itu pelatihan operator alat berat seperti, eksavator dan forklift dan pengelasan," jelas wanita yang biasa disapa Yayah ini.


Menurut Yayah, di BLK Kota Cilegon ada 11 jurusan kepelatihan, diantaranya adalah kepelatihan las, menjahit, perbengkelan sepeda motor, perbengkelan mobil, body repair, pertukangan meubel, operator eksavator, dan operator forklift. "Untuk kursus pengelasan sendiri ada dua karena peminatnya banyak," tuturnya.


Diterangkan Yayah, dalam setiap kelas atau bidang kepelatihan ada 20 orang peserta kursus. Dari 11 pelatihan tersebut, rata-rata waktu pelatihan sekitar tiga bulan. Di dalam pelatihan juga ada sesi praktik dan teori. "Seteleh beberapa pertemuan, juga ada ujian praktik. Dari ujian praktik tersebut, peserta dapat dinyatakan lulus atau tidak. Jika lulus maka mendapat sertifikat BLK," terangnya.


Ditambahkan Yayah, selain gratis, peserta pelatihan juga mendapat fasilitas makan siang, Alat Tulis Kantor (ATK) dan sertifikat. Sertifikat BLK Cilegon juga bisa saja dilampirkan dalam proses pelamaran kerja sesuai bidang yang diikuti, agar memunyai nilai tambah dalam proses rekrutmen kerja. "Ada beberapa perusahaan juga yang mengambil lulusan BLK Cilegon untuk pemagangan di perusahaan.

Nah, dalam pemagangan tersebut lulusan BLK bisa menunjukan kebolehannya agar perusahaan bisa mrekrut. Tapi, sistemnya pemagangan dulu, bukan langsung direkrut sebagai karyawan," tambahnya.


Yayah mengatakan, pihaknya juga berencana membuka kursus bahasa INggris, Korea, atau Jepang. Pasalnya, di Cilegon banyak industri yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memunyai keterampilan bahasa asing tersebut. "Tapi, kita akan evaluasi beberapa pelatihan seperti pertukangan meubel yang peminatnya sedikit, bisa saja diganti dengan pelatihan bahasa asing," katanya.


Salah satu Pendaftar BLK Kota Cilegon, Arlansyah (18) menerangkan, ketertarikan dirinya mengikuti pelatihan di BLK, lantaran saat ini mencari kerja cukup sulit. Sehingga, harus ada keahlian khusus untuk dapat bersaing dalam lapangan pekerjaan. "Saya melihat di Cilegon banyak perusahaan yang butuh pengemudi forklift makanya saya daftar pelatihan sopir forklift," terang remaja yang baru lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook